Rupiah Berfluktuasi Akibat Tekanan Geopolitik Iran dan Suku Bunga AS

Rupiah Berfluktuasi Akibat Tekanan Geopolitik Iran dan Suku Bunga AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (6/5/2026) di kisaran Rp17.420 hingga Rp17.460. Pergerakan ini dipicu gejolak pasar global akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Selat Hormuz.

Berdasarkan data RTI Infokom yang dilansir dari Market, mata uang Garuda sebelumnya terkoreksi 0,14 persen ke level Rp17.409 pada Selasa (5/5/2026). Sepanjang hari tersebut, rupiah sempat menyentuh level tertinggi Rp17.437 dan terendah Rp17.385 per dolar AS, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah dilaporkan memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Hal ini berdampak pada spekulasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat dalam mengendalikan potensi kenaikan inflasi melalui instrumen suku bunga.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan dolar AS berkaitan erat dengan serangan baru yang melibatkan AS dan Iran. Situasi tersebut memberikan tekanan tambahan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam durasi yang lebih lama.

"Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil," kata Ibrahim, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026 menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Ibrahim menyebut konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut.

Peningkatan konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh tingginya mobilitas penduduk selama masa libur nasional dan hari besar keagamaan. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau melemah 0,43 persen ke level 98,06 saat rupiah mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04 persen ke posisi Rp17.406,89.

Data RTI Infokom pada pukul 09.08 WIB menunjukkan rupiah sempat dibuka menguat 0,20 persen ke level Rp17.377. Penguatan serupa juga terlihat pada mata uang regional seperti yen Jepang, won Korea, dolar Singapura, hingga baht Thailand terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi