Lembaga indeks global FTSE Russell mengumumkan rencana penghapusan saham Indonesia yang masuk dalam kategori konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) mulai Senin, 22 Juni 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi perkembangan pasar modal Indonesia yang dilakukan sejak Februari 2026 guna menjaga integritas instrumen investasi global.
Penghapusan aset tersebut akan dilakukan dengan nilai harga nol pada tinjauan indeks Juni 2026 mendatang. Langkah teknis ini diterapkan karena FTSE Russell menerima masukan mengenai risiko likuiditas yang berpotensi merosot tajam pada saham-saham yang terkena peringatan HSC, sehingga menyulitkan investor institusional untuk melakukan divestasi secara wajar.
Dilansir dari Money, FTSE Russell menyatakan bahwa agenda reformasi otoritas bursa Indonesia patut diapresiasi, namun sikap konservatif tetap diambil dalam menentukan komposisi indeks. Lembaga ini juga menegaskan akan tetap menangguhkan penambahan emiten baru serta peningkatan bobot free float bagi perusahaan asal Indonesia hingga periode tinjauan September 2026.
"FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak (HSC) dengan harga nol pada tinjauan Juni 2026, yang akan efektif pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026," tulis FTSE dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Penangguhan ini berdampak pada tertundanya masuknya emiten hasil penawaran umum perdana (IPO) serta emiten yang seharusnya mengalami kenaikan peringkat berdasarkan kapitalisasi pasar. Tinjauan pada Juni 2026 nantinya hanya akan difokuskan pada pembaruan klasifikasi industri, jumlah saham kuartalan, serta kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG) dan syariah.
"FTSE Russell akan terus menunda re-ranking indeks secara penuh, kenaikan free float, dan penambahan emiten baru hingga setidaknya tinjauan indeks September 2026, guna memberikan periode pemantauan yang lebih panjang," lanjut keterangan tersebut.
Langkah FTSE Russell ini mengikuti langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang lebih dulu melakukan penyesuaian terhadap daftar saham Indonesia. MSCI menjadwalkan perubahan indeks mereka berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada akhir Mei mendatang.
Berikut adalah daftar saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap:
| Kategori Indeks | Status | Nama Emiten |
|---|---|---|
| MSCI Global Standard | Keluar | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) |
| MSCI Global Standard | Keluar | PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) |
| MSCI Global Standard | Keluar | PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) |
| MSCI Global Standard | Keluar | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) |
| MSCI Global Standard | Keluar | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) |
| MSCI Global Standard | Keluar | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) |
| MSCI Small Cap | Masuk | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) |
| MSCI Small Cap | Keluar | PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) |
FTSE Russell menyatakan tetap akan memantau efektivitas reformasi transparansi yang sedang dijalankan oleh otoritas pasar modal Indonesia. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan utama sebelum lembaga ini memulihkan kembali proses pemeringkatan indeks secara menyeluruh pada periode mendatang.