Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) menilai perhelatan International Industrial Week (IIW) di Jakarta International Expo menjadi momentum penting untuk mendongkrak daya saing industri nasional. Sektor manufaktur dalam negeri kini tengah menghadapi berbagai tantangan global yang dinamis.
Seperti dilansir dari Medcom, ajang berskala internasional tersebut dipandang bukan hanya sebagai tempat pameran produk. Acara ini juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi strategis demi kemajuan industri logistik dan permesinan tanah air.
Ketua Umum GAMMA, Dadang Asikin, menyampaikan bahwa pameran ini memegang peranan krusial bagi pelaku industri. Transformasi digital hingga efisiensi rantai pasok menjadi fokus utama yang harus dihadapi saat ini.
"International Industrial Week bukan sekadar ajang display produk dan teknologi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis," ujar Dadang Asikin, Ketua Umum GAMMA.
Ia menguraikan lebih lanjut mengenai beragam hambatan nyata di pasar global yang sedang membayangi sektor produksi. Tantangan tersebut meliputi transisi energi dan kompetisi ketat pada industri yang berbasis teknologi tinggi.
Dadang Asikin juga mengapresiasi PT Meorient Exhibition International selaku pihak penyelenggara yang telah memfasilitasi forum ini. Wadah tersebut dinilai efektif sebagai sarana bertukar informasi dan memperluas jaringan bisnis.
"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Meorient dan seluruh penyelenggara yang telah menghadirkan forum internasional ini sebagai wadah kolaborasi, promosi teknologi, pertukaran informasi, serta penguatan jejaring bisnis industri manufaktur," kata Dadang Asikin, Ketua Umum GAMMA.
Lebih lanjut, ia menekankan peran vital industri logam dan mesin sebagai penopang utama pembangunan manufaktur di Indonesia. Penguatan sinergi antara pelaku usaha domestik dan mitra global menjadi hal yang wajib dilakukan.
Langkah kerja sama tersebut diyakini mampu mengakselerasi pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara konsisten. Selain itu, program ini juga berpotensi meningkatkan mutu sumber daya manusia secara berkelanjutan.
"GAMMA memandang bahwa sinergi antara pelaku industri dalam negeri dengan mitra internasional harus terus diperkuat agar tercipta transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan pasar, dan peningkatan tingkat kandungan dalam negeri secara berkelanjutan," ungkap Dadang Asikin, Ketua Umum GAMMA.
Pihaknya optimis bahwa kehadiran investasi baru akan terbuka lebar melalui pertemuan para pengusaha lintas negara ini. Hal tersebut diyakini akan mendorong posisi Indonesia dalam rantai pasok manufaktur global.
"Kami berharap kegiatan International Industrial Week ini mampu membuka peluang investasi baru, mempertemukan pelaku usaha lintas negara, serta menjadi katalis bagi tumbuhnya industri Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing global," jelas Dadang Asikin, Ketua Umum GAMMA.
Pada kesempatan yang sama, President Director PT Meorient Exhibition International, Larissa Zhou, turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh elemen. Dukungan tersebut mengalir mulai dari pemerintah, asosiasi, hingga para peserta pameran.
"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tamu undangan, mitra, peserta pameran, pembeli, pengunjung, sponsor, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam IIW Indonesia 2026. Kehadiran dan dukungan mereka membuat acara ini menjadi lebih bermakna," ujar Larissa Zhou, President Director PT Meorient Exhibition International.
Larissa Zhou menyatakan pasar manufaktur di Indonesia merupakan salah satu yang paling aktif di kawasan Asia Tenggara. Kebutuhan terhadap otomatisasi dan manufaktur cerdas terus mendorong pertumbuhan sektor ini.
"International Industrial Week lebih dari sekadar pameran. Ini adalah platform tempat industri terhubung, inovasi bertemu peluang, dan kemitraan global dimulai," kata Larissa Zhou, President Director PT Meorient Exhibition International.
Acara pembukaan IIW Indonesia 2026 ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, MATRADE Jakarta, dan JETRO Jakarta. Turut hadir jajaran asosiasi seperti IPF, PDF, ASIMPI, APLINDO, serta GAMMA.