Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan resmi meniadakan kebijakan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap pada Kamis, 14 Mei dan Jumat, 15 Mei 2026. Kebijakan ini diterapkan bertepatan dengan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus di seluruh wilayah ibu kota.
Pengumuman tersebut dirilis oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melalui akun media sosial resminya pada Jumat (8/5/2026), sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Keputusan ini memungkinkan seluruh kendaraan roda empat untuk melintasi jalur protokol tanpa terikat aturan pelat nomor.
"Sehubungan dengan Hari Libur dan Cuti Bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus pada 14–15 Mei 2026, pelaksanaan sistem ganjil genap di berbagai ruas jalan di Jakarta ditiadakan," tulis Dishub DKI Jakarta dalam unggahan resminya.
Landasan hukum peniadaan aturan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Selain itu, kebijakan mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 yang mengatur teknis pembatasan lalu lintas.
"Pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap tidak diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden," demikian bunyi ketentuan tersebut.
Terdapat 25 ruas jalan utama yang akan terbebas dari pengawasan ganjil genap selama dua hari tersebut, mulai dari kawasan Jalan Pintu Besar Selatan hingga Jalan Gunung Sahari. Dishub tetap mengingatkan masyarakat agar menjaga keselamatan berkendara meski pembatasan tidak berlaku.
| No | Lokasi Jalan |
|---|---|
| 1 | Jalan Pintu Besar Selatan |
| 2 | Jalan Gajah Mada |
| 3 | Jalan Hayam Wuruk |
| 4 | Jalan Majapahit |
| 5 | Jalan Medan Merdeka Barat |
| 6 | Jalan MH Thamrin |
| 7 | Jalan Jenderal Sudirman |
| 8 | Jalan Sisingamangaraja |
| 9 | Jalan Panglima Polim |
| 10 | Jalan Fatmawati (Simpang Ketimun - TB Simatupang) |
| 11 | Jalan Suryopranoto |
| 12 | Jalan Balikpapan |
| 13 | Jalan Kyai Caringin |
| 14 | Jalan Tomang Raya |
| 15 | Jalan Jenderal S Parman |
| 16 | Jalan Gatot Subroto |
| 17 | Jalan MT Haryono |
| 18 | Jalan HR Rasuna Said |
| 19 | Jalan DI Panjaitan |
| 20 | Jalan Jenderal A. Yani |
| 21 | Jalan Pramuka |
| 22 | Jalan Salemba Raya |
| 23 | Jalan Kramat Raya |
| 24 | Jalan Stasiun Senen |
| 25 | Jalan Gunung Sahari |