GAPKI Perkuat Genetik Kelapa Sawit Nasional Lewat Benih Asal Tanzania

GAPKI Perkuat Genetik Kelapa Sawit Nasional Lewat Benih Asal Tanzania

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan PT Riset Perkebunan Nusantara dan PT Socfin Indonesia merilis sumber daya genetik asal Tanzania di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Selasa (5/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperkaya plasma nutfah guna menciptakan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Program pengayaan genetik ini merupakan kelanjutan dari inisiatif riset Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui eksplorasi internasional. Dilansir dari Money, proyek pengembangan generasi baru kelapa sawit tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa kekayaan genetik menjadi pilar utama dalam mendongkrak performa tanaman di masa depan. Hal ini mencakup aspek ketahanan terhadap serangan hama serta kemampuan adaptasi pada berbagai tekanan lingkungan yang kian ekstrem.

"With hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki. Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan sumber daya Genetik, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia," ujar Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI.

Eddy juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor guna menjaga daya saing sektor komoditas unggulan Indonesia tersebut di pasar global. Keterlibatan lembaga riset dan mitra internasional dianggap sebagai kunci keberhasilan program pendistribusian sumber daya genetik ini.

"Kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional merupakan hal yang sangat penting. Pendistribusian SDG ini bukan hanya sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di kancah global," papar Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI.

Proses masuknya benih ini mendapatkan pengawasan ketat dari Badan Karantina Indonesia guna mencegah risiko biosekuriti. Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan, Aprida Cristin, menyebutkan bahwa pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan sebelum benih tersebut diizinkan masuk ke tanah air.

"Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih kelapa sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia," kata Aprida Cristin, Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan.

Analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan menjadi salah satu tahapan krusial yang dilewati benih tersebut. Aprida menekankan bahwa penerapan prinsip kehati-hatian menjadi landasan utama untuk melindungi kelestarian sumber daya hayati nasional dari ancaman hama karantina.

"Seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang menjadi landasan utama karantina, guna mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, sekaligus melindungi kesehatan berbagai komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional," ujar Aprida Cristin, Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan.

Dari sisi pembiayaan, BPDP kembali menegaskan komitmennya untuk mendanai riset-riset strategis yang mendukung keberlanjutan industri sawit. Penyaluran dana dialokasikan untuk memperkuat struktur industri melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

"BPDP memiliki komitmen dalam mendukung riset inisiatif strategis. Dukungan pendanaan merupakan bagian dari upaya penguatan industri sawit," ucap Mohammad Alfansyah, Direktorat Penyaluran Dana BPDP.

Artikel terkait

Rekomendasi