Indeks Kospi Korea Selatan bersama bursa saham utama Asia mengalami kemerosotan tajam akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan aksi jual massal saham sektor semikonduktor global pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 5 Juni 2026.
Kondisi pasar yang memburuk membuat investor memangkas eksposur pada aset berisiko karena mengkhawatirkan gangguan pasokan energi global. Penurunan ini memperpanjang kerugian indeks Kospi selama dua sesi berturut-turut hingga menuju depresiasi mingguan terburuknya sejak akhir Maret lalu.
Berdasarkan data perdagangan, indeks Kospi anjlok 5,54 persen ke level 8.161, sementara indeks Kospi 200 untuk kontrak berjangka Juni 2026 merosot 6,03 persen ke posisi 1298,15. Pelemahan ini juga diikuti oleh indeks Nikkei Jepang yang turun 1,23 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,52 persen, dan ASX 200 Australia yang terpangkas 0,46 persen.
Sentimen negatif regional diperparah oleh koreksi tajam di Wall Street Amerika Serikat, di mana indeks Nasdaq jatuh ke level terendah sejak April 2025. Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup melemah ke kisaran USD 90,3 hingga USD 92,74 per barel akibat kekhawatiran penurunan permintaan global, sedangkan minyak Brent bergerak stabil pada level USD 95 per barel.
Analis Vibiz Research Center memproyeksikan indeks Kospi 200 kontrak berjangka Juni 2026 masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Pergerakan awal sesi diperkirakan dapat turun menuju posisi 1220.80, namun jika berhasil berbalik arah, indeks berpeluang mendaki ke posisi 1368.70.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1482.63 | 1437.81 | 1367.98 | 1323.16 | 1253.33 | 1208.51 | 1138.68 |
| Buy Avg | 1380.30 | Sell Avg | 1194,25 |