Gelombang Tinggi Kikis Pesisir Pantai Monggalan Klungkung

Gelombang Tinggi Kikis Pesisir Pantai Monggalan Klungkung

Gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir Pantai Monggalan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 16 hingga 18 Mei 2026. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah akibat abrasi pantai yang merobohkan pepohonan serta merendam permukiman warga setempat.

Bencana alam di wilayah pesisir Klungkung tersebut memicu perluasan pengikisan daratan secara signifikan. Berdasarkan pemantauan di lokasi kejadian, terjangan ombak besar merusak fasilitas umum hingga menghentikan total aktivitas pengiriman barang menuju Nusa Penida yang sebelumnya berpusat di area pantai ini.

Dampak buruk dari hantaman ombak besar tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah seorang warga pesisir Pantai Monggalan yang mengungsi saat puncak bencana terjadi, dilansir dari Detik Travel.

"Yang terbesar kemarin ini. Air masuk, pohon besar di pinggir pantai tumbang. Malamnya kami mengungsi. Paginya baru kembali ke sini," kata Ketut Candra Arsadi (58).

Rumah pria berusia 58 tahun tersebut kini menjadi bangunan paling tepi yang masih bertahan di atas lahan pesisir seluas 10 are. Menurut hitungannya, garis pantai di area tempat tinggalnya telah terkikis hingga mencapai sekitar 100 meter sejak awal tahun.

Kondisi darurat ini mendorong warga setempat mendesak langkah konkret dari pihak berwenang guna mencegah kehancuran pemukiman yang lebih luas.

"Sudah banyak rumah yang rusak dan dimakan abrasi. Semoga segera ada pemasangan tanggul agar tidak meluas," kata Ketut Candra Arsadi (58).

Kerugian ekonomi akibat bencana ini juga dirasakan oleh warga lain yang menggantungkan hidup dari sektor perdagangan di sekitar area wisata pantai.

"Warung saya ini jadinya tidak bisa buka lagi. Ini satu-satunya mata pencaharian saya," kata Desak Nyoman Suarniti (56).

Pemerintah daerah setempat mengonfirmasi bahwa penanganan dampak pengikisan pantai di titik ini telah masuk ke dalam agenda penanggulangan prioritas tahun anggaran berjalan.

"Jadi kami telah memaparkan langsung kondisi Banjar Nyuh dan Monggalan ke pemerintah pusat. Sebernanya ada banyak yang terkikis abrasi, terlebih di Nusa Penida, tapi dua ini yang terparah. Di Monggalan sudah ada 12 KK yang rumahnya rusak. Di Banjar Nyuh sampai sudah mengikis habis sepanjang jalan," kata Bupati Klungkung I Made Satria.

Upaya mitigasi lanjutan kini sedang ditempuh melalui pengajuan proposal perbaikan infrastruktur pelindung pantai secara langsung kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

Artikel terkait

Rekomendasi