BMKG Catat Gempa Beruntun Guncang Jayapura dan Kaimana Papua

BMKG Catat Gempa Beruntun Guncang Jayapura dan Kaimana Papua

Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa tektonik teranyar mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, dengan kekuatan magnitudo 3,7 pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi.

Peristiwa yang terjadi pada pukul 07:10:31 WIB tersebut berpusat di laut pada jarak 31 kilometer timur laut Kabupaten Jayapura dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menegaskan bahwa getaran ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

"Pusat gempa berada di laut 31 km timur laut Kabupaten Jayapura dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG melalui website resminya, Jumat, 22 Mei 2026.

Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), guncangan di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura tersebut berada pada skala II. Tingkat intensitas ini menunjukkan bahwa getaran gempa tergolong lemah sehingga cenderung tidak dirasakan, atau hanya dirasakan oleh beberapa orang namun tetap terekam oleh alat seismik.

Secara nasional, institusi meteorologi tersebut mencatat adanya penambahan intensitas aktivitas seismik di wilayah Indonesia dalam periode satu minggu ke belakang. Secara total, terdapat 16 kali aktivitas gempa signifikan yang getarannya dirasakan oleh masyarakat dalam berbagai variasi tingkat magnitudo serta kedalaman.

Sebelum wilayah Jayapura diguncang, aktivitas tektonik lain juga dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, pada Rabu, 20 Mei 2026. Peristiwa tektonik di Kaimana tersebut terjadi pada pukul 17:31 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,9.

Hasil analisis resmi menunjukkan pusat gempa permukaan itu berada pada titik koordinat 3.82 Lintang Selatan dan 133.92 Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 59 kilometer arah barat daya dari Kabupaten Kaimana dengan kedalaman mencapai 28 kilometer di bawah permukaan bumi, serta dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Hingga saat ini, otoritas berwenang setempat belum menerima ataupun merilis laporan mengenai adanya dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat getaran gempa di Kaimana. Informasi lanjutan mengenai pembaruan status seismik masih menunggu hasil analisis berkala dari pihak berwenang.

Artikel terkait

Rekomendasi