Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Wilayah Pangandaran dan Sekitarnya

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Wilayah Pangandaran dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Kamis, 21 Mei 2026, pagi hari.

Guncangan lindu yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut tersebut berpusat di koordinat 8,27 Lintang Selatan serta 108,25 Bujur Timur dengan kedalaman 21 kilometer. Getaran gempa ini dilaporkan terasa nyata di dalam rumah oleh masyarakat di wilayah Tasikmalaya, Garut, hingga Ciamis.

Seorang warga dari Kecamatan Parigi, Andik Sutikno, mengungkapkan bahwa kepanikan sempat melanda masyarakat setempat karena getaran yang terjadi cukup mengagetkan saat warga sedang bersiap menunaikan salat subuh.

"Gempa bumi yang terjadi memang terasa membuat tetangga rumahnya berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Semuanya takut karena gempa sebelumnya pernah terjadi. Setelah kejadian, kami dan tetangga kembali masuk ke rumah dan melihat gelombang air laut tetap normal," ujar Andik, Kamis, 21 Mei 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menegaskan bahwa fenomena alam ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

"Relawan BPBD di beberapa lokasi tengah melakukan pengecekan rumah pascagempa yang dirasakan masyarakat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Pusat gempa berada di Kabupaten Pangandaran dan getaran terasa hingga ke Kota Tasikmalaya, tetapi gelombang laut di Cipatujah masih tetap normal," paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, memaparkan melalui keterangan tertulis mengenai penyebab teknis dari guncangan yang dirasakan dengan skala intensitas bervariasi antara II hingga III MMI tersebut.

“Akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis pagi.

Pihak otoritas terkait juga langsung memantau dampak lanjutan serta mencatat ada tidaknya aktivitas seismik susulan setelah lindu utama terjadi.

“Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” kata Hartanto.

BMKG mencatat nihil gempa susulan hingga pukul 04.35 WIB, setelah wilayah Jawa Barat sebelumnya juga sempat digoyang gempa darat dangkal bermagnitudo 2,6 di Sukabumi pada 19 Mei serta gempa magnitudo 4,7 di laut tenggara Sukabumi pada 17 Mei lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi