Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah hingga Gorontalo pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi pukul 06.28 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan pusat gempa bermuatan tektonik ini berada di laut sebelah timur laut Pulau Puah.
Dilansir dari antaranews.com dan makassar.kompas.com, BMKG mengumumkan episenter gempa terletak pada koordinat 0,15 derajat Lintang Selatan dan 123,13 derajat Bujur Timur. Pusat getaran berada di kedalaman 91 hingga 99 kilometer, tepatnya berjarak sekitar 72 kilometer sampai dengan sebelah timur laut Pulau Puah.
Guncangan terbesar akibat aktivitas lempeng tektonik ini dirasakan nyata oleh masyarakat di wilayah Luwuk serta Kabupaten Bone Bolango dengan skala III-IV Modified Mercalli Intensity. Pada skala tersebut, getaran gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
BMKG juga mencatat getaran lemah hingga sedang pada skala III MMI di Kota Gorontalo, di mana benda-benda bergoyang seperti ada truk besar melintas. Sementara itu, skala II-III MMI terdeteksi di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, serta getaran skala II MMI dirasakan warga Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Otoritas pemantau saat ini masih terus melakukan analisis intensif secara berkala terhadap data seismik yang masuk dari stasiun lokal. Hingga pukul 06.50 WIB, belum ada aktivitas gempa susulan yang tercatat setelah runtunan gempa utama terjadi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan jenis gempa bumi menengah. Struktur sesar dipicu oleh adanya deformasi batuan di dalam slab Lempeng Laut Sulawesi.
"With memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.
Berdasarkan hasil pemodelan matematis yang dilakukan oleh tim teknis, struktur gempa ini dipastikan tidak memiliki potensi gelombang pasang. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan menghindari bangunan yang retak.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," ujar Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.
Pihak BMKG meminta warga setempat untuk tetap tenang serta memastikan agar selalu mengakses informasi resmi dari kanal komunikasi lembaga yang telah terverifikasi.