Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik besar berkekuatan magnitudo 6,4 pada Jumat (15/5/2026) pukul 00.53.14 WIB akibat aktivitas deformasi batuan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa getaran tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Berdasarkan data kedalaman, episenter gempa bumi ini berlokasi di laut pada koordinat 6,20° LS dan 130,53° BT. Pusat getaran berada pada kedalaman 151 kilometer dengan jarak 214 kilometer arah Barat Laut Tanimbar.
Dampak guncangan dilaporkan meluas hingga ke beberapa daerah seperti Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, Raja Ampat, Fak-Fak, dan Kaimana. Skala intensitas gempa tercatat berada pada II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.
Mekanisme pergerakan batuan dari peristiwa alam ini dijelaskan secara rinci oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto. Berdasarkan hiposenter menengahnya, gempa ini dipicu oleh deformasi di dalam Lempeng Banda.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust )," ungkap Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG.
Pihak BMKG terus melakukan pemantauan kondisi pascagempa untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi terdampak. Hingga saat ini, situasi di wilayah Maluku dan sekitarnya dilaporkan masih aman dari ancaman gelombang pasang.
"Hingga pukul 01.16 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)." pungkas Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG.