Kepanikan melanda warga Kota Palu akibat guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 yang berpusat di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 16.40 Wita.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, kepanikan tersebut membuat masyarakat di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu berhamburan keluar rumah menuju area halaman dan tepi jalan demi menyelamatkan diri. Warga kembali tenang setelah situasi menegangkan mereda sesaat setelah getaran dipastikan benar-benar berhenti.
Salah seorang warga Kota Palu memberikan kesaksian mengenai situasi mendadak yang dialaminya ketika guncangan dari dalam bumi tersebut terjadi.
"Getarannya cukup kuat, lampu dan jendela rumah goyang. Kami langsung keluar rumah," ujar Viola, warga Kota Palu.
Otoritas pemantau kegempaan setempat segera mengeluarkan hasil analisis resmi terkait parameter gempa setelah mengonfirmasi dampak getaran di wilayah ibu kota provinsi tersebut.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,8," kata Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menerangkan bahwa pusat gempa bumi ini berada pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 1,20 Lintang Utara dan 119,89 Bujur Timur.
"Gempanya dipicu sesar Palukoro. Berdasarkan peta guncangan atau shakemap BMKG, gempa dirasakan di Kabupaten Sigi dengan skala intensitas IV MMI. Sementara di Kota Palu gempa dirasakan pada skala III MMI," terang Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.
Hingga pukul 16.00 WIB, sistem monitoring mencatat baru terjadi satu kali aktivitas gempa susulan, sementara laporan mengenai kerusakan bangunan fisik maupun korban jiwa belum didapatkan.
"BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi," ucap Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.