Gempa Magnitudo 4,5 Mengguncang Simeulue Aceh Akibat Aktivitas Subduksi

Gempa Magnitudo 4,5 Mengguncang Simeulue Aceh Akibat Aktivitas Subduksi

Aktivitas subduksi lempeng memicu gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 di wilayah Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 09.03 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan bahwa pusat gempa bumi dangkal ini berada di laut dan tidak berpotensi memicu bencana tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan pusat gempa terletak pada koordinat lintang utara dan bujur timur di laut pada jarak sekitar 19 hingga 21 kilometer arah barat daya Sinabang. Berdasarkan analisis instansi tersebut, getaran gempa bumi tektonik ini bersumber dari kedalaman 16 sampai 17 kilometer di bawah permukaan laut.

Guncangan akibat gempa ini dirasakan nyata oleh masyarakat di kawasan Sinabang dan seluruh wilayah Simeulue dengan skala intensitas dua hingga tiga MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan, dan informasi awal ini diutamakan demi kecepatan penyampaian situasi kepada masyarakat luas.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa struktur seismik di Indonesia menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi dalam satu pekan terakhir. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merekam adanya 13 kali kejadian gempa bumi signifikan yang dirasakan oleh warga dalam berbagai variasi tingkat kekuatan serta kedalaman.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Hendro Nugroho menjelaskan klasifikasi gempa bumi yang melanda wilayah pesisir barat Sumatra tersebut dari Kota Medan. Pihak stasiun pemantau terus mengamati pergerakan lempeng pascagejala tektonik itu.

"With memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Hendro Nugroho, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I seperti dilansir dari Antara melalui metrotvnews.com.

Pemantauan aktivitas tektonik susulan terus dilakukan hingga hampir satu jam setelah guncangan pertama terjadi untuk memastikan stabilitas sesar laut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga mengeluarkan imbauan resmi melalui saluran komunikasi daring agar warga mengabaikan kabar burung yang beredar.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah verifikasi," pesan Hendro Nugroho.

Situs resmi instansi pemantau cuaca dan kegempaan nasional tersebut turut menyebarkan pemberitahuan tertulis sesaat setelah alat pencatat gempa merekam getaran bawah laut. Informasi digital langsung dipublikasikan agar warga sekitar lokasi episenter tetap waspada.

"Pusat gempa berada di laut 19 km barat Sinabang dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG melalui website resminya.

Laporan berkala mengenai situasi terkini di lapangan juga dirilis secara cepat oleh pusat data kegempaan di Jakarta. Informasi koordinat dan besaran kekuatan gempa disebarkan dalam format pesan singkat tanggap darurat.

"Gempa Mag:4.5, 20-Mei-26 09:03:27 WIB, Lok:2.44 LU, 96.20 BT (Pusat gempa berada di laut 19 km barat Sinabang), Kedlmn:16 Km Dirasakan (MMI) II-III Simeulue," tulis BMKG melalui saluran komunikasi aceh.inews.id.

Hingga pukul 09.47 WIB, hasil monitoring data seismik dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan belum ada tanda-tanda kemunculan aktivitas gempa susulan di perairan Simeulue.

Artikel terkait

Rekomendasi