Kelompok Milenial dan Generasi Z tercatat mendominasi total 10,72 juta jiwa penduduk Jakarta berdasarkan data terbaru Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang dirilis pada Rabu (6/5/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut potret demografi ini sebagai tanda kuat bahwa ibu kota sedang berada dalam masa puncak bonus demografi. Dilansir dari Megapolitan, komposisi penduduk usia produktif jauh melampaui kelompok usia lainnya.
"Dari potret demografi Jakarta 2025 penduduk generasi milenial mencapai 24,82 persen dan gen Z 24,12 persen dan ini mendominasi," kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim.
Data tersebut merinci populasi Generasi X sebesar 21,85 persen dan Post Gen Z mencapai 17,78 persen. Sementara itu, kelompok Baby Boomer mencatatkan angka 10,72 persen, sedangkan Pre Boomer menjadi yang terkecil dengan 0,71 persen.
"SUPAS 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada di puncak bonus demografi," kata Chico.
Rendahnya beban ketergantungan penduduk Jakarta juga terlihat dari rasio ketergantungan yang berada pada angka 40,34. Selain itu, tingkat fertilitas total atau total fertility rate (TFR) terkendali di angka 1,79 anak per perempuan dengan prevalensi penggunaan kontrasepsi sebesar 54,72 persen.
Dalam aspek kesehatan masyarakat, angka kematian bayi tercatat 9,26 per 1.000 kelahiran hidup dan kematian balita di angka 10,73 per 1.000 kelahiran hidup. BPS juga mencatat jumlah warga lanjut usia di Jakarta saat ini telah mencapai 12,01 persen.
Sebagai langkah responsif, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan penguatan program kesehatan reproduksi serta pengembangan sumber daya manusia. Program tersebut mencakup pelatihan vokasi, inkubasi startup, hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang menyasar kaum muda.
"Ke depan, fokus kami pada pemberdayaan generasi muda, perlindungan kelompok rentan, serta pengelolaan kependudukan yang terencana," kata Chico.