Momen perayaan Idul Adha 2026 di Kabupaten Jepara diwarnai insiden yang merugikan warga sekitar akibat penggunaan pengeras suara ekstrem.
Getaran suara yang dihasilkan oleh komparasi sound system berukuran besar atau sound horeg memicu kerusakan fisik pada tempat tinggal penduduk.
Peristiwa yang terjadi saat pelaksanaan takbir keliling ini menjadi viral di media sosial dan memicu desakan publik agar pemerintah menegakkan aturan dengan tegas.
Dilansir dari Suara, rekaman video memperlihatkan runtuhnya material bangunan setelah rombongan pengeras suara tersebut melintas di depan pemukiman.
Dampak dari dentuman bervolume tinggi tersebut mengakibatkan plafon bagian depan salah satu rumah warga ambruk total.
Selain merusak langit-langit bangunan, kaca jendela pada rumah tersebut juga pecah hingga pecahannya berserakan di area lantai.
Situasi di lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing yang memenuhi halaman rumah, sementara warga yang merekam peristiwa menunjukkan rasa panik sekaligus kecewa.
"Rusak kabeh," ujar seseorang dalam video yang beredar sambil memperlihatkan kondisi rumah yang hancur di beberapa bagian.
Penggunaan sound system dengan volume ekstrem belakangan memang terus menuai kontroversi di berbagai wilayah karena dinilai mengganggu kenyamanan publik.
Kendati demikian, insiden di Jepara ini menarik perhatian besar karena dampak buruknya yang langsung merusak fasilitas dan bangunan fisik secara nyata.
Unggahan mengenai kerusakan tersebut langsung memicu gelombang protes dan kemarahan dari netizen di berbagai platform media sosial.
"Suruh ganti rugi kira-kira mau gak mereka? Apa pura-pura budeg," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
"Sampai sekarang masih menjadi pertanyaan apa yang bisa dinikmati dari sound horeg," tulis pengguna lainnya.
"Malam takbir malah pada jogetan, naudzubillah miris. Minta pertanggungjawaban rumah sampai puluhan juta rugi. Sound horeg udah dilarang, aku di Jepara malu," tulis netizen lainnya dengan nada kecewa.
Kejadian ini memperpanjang debat publik mengenai urgensi pembatasan operasional sound system bervolume ekstrem dalam acara keramaian masyarakat.
Banyak pihak kini menuntut adanya langkah hukum yang lebih konkret demi menjamin keselamatan lingkungan serta mencegah kerugian materiil serupa terulang kembali.