PT Gendhis Multi Manis (GMM) memfasilitasi pengalihan pengiriman tebu milik petani di Kabupaten Blora ke sejumlah pabrik gula lain guna memastikan hasil panen tetap terserap. Langkah ini diambil setelah manajemen perusahaan melakukan dialog terbuka bersama perwakilan petani yang menyampaikan aspirasinya terkait penanganan distribusi dan operasional pabrik gula tersebut.
Dilansir dari Suara, koordinasi intensif kini terus dibangun oleh perusahaan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, asosiasi petani tebu, dan pemangku kepentingan terkait. Dialog konstruktif di Kantor PT GMM dihadiri oleh jajaran manajemen termasuk Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti, Direktur Operasional PT GMM Krisna Murtiyanto, perwakilan Perum Bulog Andin, serta perwakilan petani tebu.
Manajemen kemudian mendatangi lokasi massa aksi secara langsung untuk memberikan kejelasan mengenai langkah penanganan distribusi tebu. Pihak manajemen menegaskan komitmennya untuk menyediakan saluran komunikasi yang terbuka serta mendokumentasikan seluruh aspirasi yang berkembang.
Penjelasan mengenai situasi operasional disampaikan oleh Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti yang menyebutkan bahwa pabrik saat ini belum beroperasi penuh. Manajemen mengupayakan solusi darurat dengan mengerahkan tim khusus untuk memetakan wilayah penyerapan tebu di luar pabrik mereka.
“Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses penyerapan dan pengalihan tebu petani ke pabrik gula lainnya. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani,” ujar Sri Emilia Mudiyanti, Plt Direktur Utama PT GMM.
Kebijakan penanganan ini dijalankan dengan tetap mengikuti regulasi tata kelola yang berlaku pada induk perusahaan. Evaluasi berkala dilakukan mengingat status perusahaan yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Langkah penanganan di lapangan juga mendapat dukungan dari pihak logistik nasional yang telah mengumpulkan data pergerakan komoditas tersebut sejak sepekan sebelumnya. Perwakilan Perum Bulog Andin menyatakan bahwa seluruh data lapangan akan disinkronisasikan ke tingkat pusat demi merumuskan solusi jangka panjang.
Upaya sinergi antarpihak ini diharapkan dapat menjaga stabilitas industri gula sekaligus memberikan kepastian bagi para petani. Komunikasi berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjaga situasi di Kabupaten Blora tetap kondusif.