GOTO Pangkas Potongan Aplikasi Pengemudi Gojek Menjadi Delapan Persen

GOTO Pangkas Potongan Aplikasi Pengemudi Gojek Menjadi Delapan Persen

CEO GOTO Hans Patuwo menemui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Jumat malam untuk melaporkan pemotongan tarif aplikasi bagi pengemudi Gojek menjadi 8 persen di Jakarta. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan baru tersebut akan mengubah skema pendapatan para mitra pengemudi ojek online. Dilansir dari Detik Finance, perusahaan siap mendongkrak bagian yang diterima pekerja dari setiap orderan.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa komitmen ini bertujuan memperkuat kesejahteraan para mitra di lapangan.

"Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80% menjadi 92% dari setiap transaksi," tulis Teddy dikutip Minggu (24/5/2026).

Pemerintah bersama pihak aplikator kini terus mematangkan koordinasi lanjutan demi merumuskan solusi terbaik. Upaya ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi antara kesejahteraan pekerja dan profitabilitas penyedia jasa.

"Presiden menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlanjutan bisnis yang adil dan berkelanjutan, di mana aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat," tulis Teddy lebih lanjut.

Berdasarkan data perusahaan, saat ini ada sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi yang aktif menarik penumpang di tanah air. Sejak awal beroperasi, akumulasi mitra pengemudi yang pernah terdaftar di platform ini telah menembus angka 3 juta orang.

Artikel terkait

Rekomendasi