PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menetapkan kebijakan baru dengan memotong skema bagi hasil untuk pengemudi ojek online layanan GoRide dari 20 persen menjadi 8 persen di Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Langkah korporasi ini sekaligus menyertai keputusan perusahaan untuk menghentikan program langganan pada layanan GoRide Hemat dalam waktu dekat.
Penyesuaian besar-besaran ini diambil oleh manajemen GoTo sebagai langkah lanjut untuk mematuhi regulasi proteksi pekerja transportasi online yang dicanangkan pemerintah. Dampak dari kebijakan tersebut membuat porsi pendapatan yang dikantongi oleh para pengemudi roda dua menjadi jauh lebih besar, yakni mencapai 92 persen dari setiap perjalanan.
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menjelaskan bahwa pemangkasan komisi ini menyasar segmen roda dua, sedangkan potongan untuk komisi taksi online atau GoCar masih belum berubah. Selain itu, penghapusan sistem langganan berbayar pada GoRide Hemat yang sudah diuji coba sejak November 2025 dan diperluas secara nasional pada Februari 2026 dilakukan demi menjaga keseimbangan kesejahteraan pengemudi.
"We decided to terminate the subscription program, effective in the near future," ujar Direktur Utama GoTo Hans Patuwo dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, Selasa (19/5/2026) sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Pihak manajemen menilai peninjauan ulang terhadap program berbayar bagi mitra driver ini sangat diperlukan setelah mengevaluasi hasil penerapannya di lapangan selama tiga bulan terakhir.
"After running for three months, we conducted an in-depth review and found that this subscription scheme needs a better balance for the welfare of driver partners," kata Hans Patuwo.
Penghapusan skema langganan tersebut otomatis membuat bagi hasil GoRide Hemat menyamai GoRide Reguler yang mengacu pada arahan pemerintah terkait pemotongan komisi maksimal 8 persen. Perubahan ini memicu adanya penyesuaian harga yang dilakukan secara terukur pada tingkat konsumen layanan GoRide Hemat.
"For the GoRide Hemat service, there will be a very limited adjustment to consumer prices. We ensure that this adjustment is carried out in a measured manner and continues to prioritize affordability for the public," tutur Hans Patuwo.
Terkait waktu pelaksanaan, manajemen GoTo masih menunggu regulasi resmi berupa Peraturan Presiden demi mempelajari ketentuan detailnya sebelum mengimplementasikan kebijakan ini secara menyeluruh.
"For implementation, we will do it as quickly as possible, but we are still waiting for instructions and preparation from the Perpres itself," pungkas Hans Patuwo.
Kebijakan penyesuaian ini secara legal formal bersandar pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"We are committed to adjusting the profit-sharing scheme, where 92% of every GoRide trip will belong to the driver," kata Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026) seperti dilansir dari asatunews.co.id.
Langkah ini diambil beriringan dengan instruksi Kepala Negara terkait proteksi bagi para pengemudi ojek online di Indonesia.
"To impact online taxis, as far as we understand, this discussion is aimed at two-wheeled online motorcycle taxi drivers. However, if there is new information or regulations, we will adjust," papar Hans Patuwo.
Manajemen juga memberikan kepastian bagi konsumen bahwa mereka tidak akan kehilangan akses terhadap program promosi akibat penyesuaian tarif ini.
"For implementation, we will do it as quickly as possible, but we remain waiting for instructions and readiness from the Perpres," tutur Hans Patuwo.
Pemberlakuan skema baru ini diakui akan membawa konsekuensi finansial berupa penurunan omzet pada segmen GoRide, meskipun pihak GoTo belum bersedia menjabarkan angka pastinya.
"This is a fairly large change for us. Gojek's revenue from the GoRide service will experience a decline," ujar Hans Patuwo.
Untuk menyiasati penurunan omzet di sektor roda dua, GoTo bakal memacu kinerja dari sektor niaga dan layanan lain yang mereka miliki.
"With this adjustment, we will optimize other business lines so that GoTo continues to grow and continue to provide the best service for customers and driver partners," terang Hans Patuwo.
Evaluasi berkala akan terus dilakukan oleh jajaran manajemen dalam menyikapi dampak kebijakan baru ini menjelang berakhirnya paruh pertama tahun berjalan.
"Q2 is only one month away, namely June. Up until now it still looks quite good. However, we will continue to review and see developments over the next few weeks," tutup Hans Patuwo.