GOTO Pangkas Potongan Tarif Ojek Online Menjadi Delapan Persen

GOTO Pangkas Potongan Tarif Ojek Online Menjadi Delapan Persen

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memotong skema bagi hasil atau potongan tarif bagi pengemudi ojek online (ojol) dari sekitar 20 persen menjadi 8 persen di Kantor GOTO, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini membuat mitra ojol berhak menerima 92 persen dari total ongkos perjalanan layanan GoRide, seperti dilansir dari Detik Finance.

"Kami berkomitmen untuk menyesuaikan skema bagi hasil, di mana 92% dari setiap perjalanan GoRide akan menjadi hak pengemudi," kata Direktur Utama/CEO GOTO, Hans Patuwo.

Penurunan potongan tarif tersebut disesuaikan demi mematuhi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan mitra ojol. Kebijakan ini secara resmi tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Hingga saat ini, perubahan skema potongan 8 persen tersebut baru difokuskan untuk pengemudi ojek motor roda dua. Sebaliknya, aturan bagi hasil untuk mitra taksi online atau GoCar masih belum mengalami perubahan.

"Untuk dampak ke taksi online, sejauh pemahaman kami, diskusi ini ditujukan kepada pengemudi ojek online roda dua. Namun, jika ada informasi atau peraturan baru, kami akan menyesuaikan," papar Hans Patuwo.

Penerapan potongan tarif baru ini segera berjalan setelah Perpres Nomor 27 Tahun 2026 resmi diterbitkan oleh pemerintah. Kebijakan baru ini dipastikan tidak akan menaikkan tarif layanan GoRide bagi pengguna maupun menghapus promo yang sudah ada.

"Untuk implementasinya, kami akan melakukannya secepat mungkin, namun tetap menunggu instruksi dan kesiapan dari Perpres tersebut," tutur Hans Patuwo.

Penyesuaian ini diakui manajemen akan memicu penurunan pendapatan Gojek dari sektor layanan GoRide. Kendati demikian, pihak perusahaan belum bersedia menjabarkan rincian angka penurunan pendapatan tersebut secara mendetail.

"Ini adalah perubahan yang cukup besar bagi kami. Pendapatan Gojek dari layanan GoRide akan mengalami penurunan," ujar Hans Patuwo.

GOTO mengantisipasi dampak penurunan pendapatan tersebut dengan mengoptimalkan kinerja lini bisnis lainnya. Strategi ini diambil agar target pertumbuhan perusahaan tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Dengan adanya penyesuaian ini, kami akan mengoptimalkan lini bisnis lain agar GOTO tetap berkembang dan terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan maupun mitra driver," terang Hans Patuwo.

Perusahaan saat ini terus memantau dinamika bisnis menjelang berakhirnya kuartal kedua yang menyisakan satu bulan lagi pada Juni nanti. Kajian mendalam terhadap perkembangan situasi akan terus dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.

"Q2 tinggal satu bulan lagi, yakni Juni. Sampai saat ini masih terlihat cukup baik. Namun, kami akan terus mengkaji dan melihat perkembangan dalam beberapa minggu ke depan," tutup Hans Patuwo.

Artikel terkait

Rekomendasi