PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksikan mulai mencetak laba bersih sebesar Rp439 miliar pada tahun 2026 mendatang. Pencapaian ini didorong oleh penguatan segmen teknologi finansial yang menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perseroan, sebagaimana dilaporkan oleh Stocksetup pada Rabu, 14 April 2026.
Analis riset Deutsche Bank, Peter Milliken, mencatat bahwa kinerja perusahaan teknologi ini pada kuartal IV-2025 menunjukkan perbaikan signifikan yang konsisten selama 1,5 tahun terakhir. Berdasarkan data operasional, EBITDA grup yang disesuaikan pada periode tersebut mencapai Rp672 miliar.
Perolehan EBITDA sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp2 triliun, yang mana angka ini telah melampaui target awal manajemen di rentang Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun. Manajemen kini menargetkan peningkatan EBITDA yang disesuaikan menjadi Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun untuk tahun 2026.
Strategi efisiensi melalui kampanye harga murah setiap hari dinilai berhasil menggantikan model promosi berbasis insentif guna meningkatkan profitabilitas. GOTO kini membidik pertumbuhan satu digit tinggi pada 2026 dengan memperkuat pasar massal dan optimalisasi biaya operasional.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Christopher Rusli, mengungkapkan bahwa segmen fintech dan layanan on-demand (ODS) menunjukkan performa yang solid. Pertumbuhan pada sektor ini didukung oleh ekspansi penyaluran pinjaman serta manajemen risiko yang lebih disiplin.
| Indikator Keuangan | Tahun 2025 (Aktual/Estimasi) | Tahun 2026 (Proyeksi) |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp18,32 triliun | Rp18,49 triliun |
| Laba (Rugi) Bersih | (Rp1,18 triliun) | Rp439 miliar |
| Target EBITDA Disesuaikan | Rp2,00 triliun | Rp3,2 - Rp3,4 triliun |
Di sisi lain, segmen ODS mengalami peningkatan pendapatan iklan dan optimalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) pada layanan mobilitas serta pengiriman. Analis OCBC Sekuritas, Gani, menyebutkan bahwa GoTo Financial akan menjadi pengungkit utama profitabilitas perusahaan pada periode 2026.
Sinergi bersama Bank Jago terus diperkuat untuk mendukung bisnis pembayaran tunda dan layanan pinjaman. Meskipun fundamental menunjukkan perbaikan, investor tetap diingatkan untuk mencermati risiko persaingan pasar, tekanan ekonomi makro, serta potensi kenaikan angka kredit macet.
Mayoritas analis memberikan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan target harga yang bervariasi. Pada penutupan perdagangan Rabu, 14 April 2026, harga saham emiten teknologi ini tercatat stagnan pada level 52.