Anggota Komisi XI DPR RI mencecar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam rapat kerja pada Selasa (19/5) terkait anjloknya nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat.
Kritik tajam dilayangkan oleh parlemen setelah Perry menyatakan nilai tukar rupiah saat ini masih berada dalam kondisi stabil meskipun tengah mengalami penurunan signifikan.
Sikap Bank Indonesia tersebut dinilai oleh DPR telah menghilangkan kepercayaan publik, sehingga beberapa anggota dewan bahkan mendesak Perry untuk mundur dari jabatannya.
Menanggapi cercaan tersebut, Perry menjelaskan bahwa fokus utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas pergerakan nilai tukar, bukan mempertahankan level angka kurs tertentu.
Volatilitas atau fluktuasi naik turunnya mata uang menjadi indikator utama penilaian Bank Indonesia, yang saat ini tercatat sebesar 5,4 persen secara year to date.
Angka volatilitas tersebut diklaim masih berada dalam kondisi terkendali jika dibandingkan dengan pergerakan mata uang negara-negara lain.
Berdasarkan laporan Tribun-Video.com, Perry optimis bahwa nilai tukar mata uang domestik akan kembali menguat pada periode Juli hingga Agustus 2026.
Penurunan nilai tukar rupiah yang terjadi sepanjang April hingga Juni ditegaskan sebagai bagian dari pola musiman yang rutin berulang setiap tahun.