Guinness World Records Catat Lukisan Cadas Purba Muna Jadi yang Tertua

Guinness World Records Catat Lukisan Cadas Purba Muna Jadi yang Tertua

Lukisan cadas purba di Leang Metanduno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara resmi tercatat dalam Guinness World Records pada Selasa (19/5/2026). Penghargaan internasional ini diserahkan dalam sebuah acara seremonial yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, BRIN Thamrin.

Seni cadas purba tersebut berupa cap tangan manusia yang diperkirakan telah berusia sekitar 67.800 tahun. Dilansir dari Detik Travel, penemuan bersejarah ini dipublikasikan melalui jurnal ilmiah bertajuk "Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi" pada akhir Januari 2026.

Tim peneliti yang menemukan situs ini merupakan kolaborasi internasional antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University, dan Southern Cross University dari Australia. Berdasarkan data resmi BRIN pada Rabu (20/5/2026), penemuan ini mengukuhkan seni cadas Pulau Muna sebagai salah satu yang tertua di dunia.

Usia lukisan di Leang Metanduno diketahui sekitar 16.600 tahun lebih tua daripada seni cadas Maros-Pangkep yang ditemukan sebelumnya. Selain itu, temuan di Sulawesi Tenggara ini juga mengungguli usia cap tangan di Spanyol dengan selisih sekitar 1.100 tahun yang selama ini diklaim sebagai seni gua tertua.

Selain stensil jari sempit yang menjadi ciri khas cap tangan dengan bentuk runcing dan memanjang, panel gua juga memuat visual lain. Para peneliti menemukan gambar manusia, hewan menyerupai kuda atau sapi besar, perahu, serta representasi adegan perburuan yang mengindikasikan adanya aktivitas sosial dan domestikasi.

Kondisi sebagian lukisan saat ini sudah tertutup oleh lapisan mineral koraloid, namun bentuk visualnya masih dapat diidentifikasi secara jelas. Tim arkeolog internasional bersama BRIN juga telah membuat model 3D dari gua tersebut guna memetakan seluruh komposisi panel secara lebih terperinci.

Artikel terkait

Rekomendasi