Hana Bank Optimistis Target Kredit 2026 Tercapai Tanpa Revisi

Hana Bank Optimistis Target Kredit 2026 Tercapai Tanpa Revisi

Potensi lonjakan suku bunga kredit perbankan sangat dipengaruhi oleh pergerakan biaya dana atau cost of fund (COF). Jika sebuah bank memiliki ketergantungan yang terlampau tinggi pada instrumen deposito, maka COF berpotensi mengalami kenaikan yang signifikan.

Kondisi likuiditas Hana Bank saat ini dipastikan masih berada dalam posisi yang sangat aman dan solid, seperti dilansir dari Keuangan. Melalui pengelolaan tersebut, tekanan terhadap COF dapat diminimalisasi sehingga gejolak pada suku bunga kredit tidak akan melonjak secara tajam.

"Hana Bank saat ini tidak ada permasalahan dengan likuiditas dan nasabah kita pun masih bisa termanage, tapi kami akan tetap compete dengan situasi market," kata Hendri dalam media gathering Hana Bank, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Efek dari perubahan BI Rate diperkirakan baru akan terlihat secara nyata di industri perbankan dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, pemantauan secara berkala terhadap dinamika sektor keuangan terus dilakukan guna menentukan arah kebijakan bisnis.

Apabila penyaluran kredit dari sektor perbankan mengalami hambatan, maka laju pertumbuhan ekonomi nasional secara makro juga diprediksi akan mengalami perlambatan.

"Saya masih percaya bahwa pemerintah sangat menjaga akan hal itu. Kalau kita lihat juga secara normal pada semester pertama, kredit masih bisa tumbuh. Belum terlihat ada sebuah perubahan," ucapnya.

Realisasi dan Target Kredit Tahun 2026

Hana Bank mencatatkan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp 39,67 triliun hingga kuartal pertama tahun 2026. Untuk target keseluruhan tahun 2026, perseroan membidik angka penyaluran kredit mencapai Rp 43,30 triliun.

"Kita tetap yakin dengan pertumbuhan kredit tahun ini, tapi dengan dinamika seperti ini kan bisa berubah. Apakah target akan dirubah? Kita belum ada rencana untuk merevisi target," ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi