Sejumlah pedagang di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mengeluhkan lonjakan harga bahan pangan yang diiringi merosotnya omzet penjualan akibat kondisi pasar yang semakin sepi, Jumat (22/5/2026).
Kenaikan harga yang terjadi pada komoditas ayam broiler kini dilaporkan telah mencapai kisaran 35 persen dari harga normal, seperti dilansir dari Megapolitan.
Imas, seorang pedagang ayam di Pasar Baru Bekasi menjelaskan bahwa lonjakan harga ayam broiler tersebut membuat nominal jual per kilogram melambung tinggi.
“Biasanya ayam broiler Rp 28.000 per kilogram, sekarang bisa hampir Rp 33.000 sampai Rp 38.000,” ujar Imas.
Kondisi kenaikan harga ini diakui sudah berlangsung sejak akhir tahun 2025, namun kali ini polanya berubah karena harga tetap tinggi meskipun jumlah pembeli di pasar mengalami penurunan drastis.
“Dulu kenaikan harga tergantung permintaan pasar. Kalau pasar ramai baru harga naik. Sekarang mah pasar sepi atau ramai enggak jadi masalah, kalau naik ya naik aja,” kata Imas.
Menurutnya, penurunan jumlah transaksi harian saat ini dirasa lebih berat jika dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
“Yang beli paling pelanggan tetap aja. Parah sekarang mah,” ujar Imas.
Faktor perpindahan kebiasaan belanja masyarakat ke sistem online dinilai menjadi salah satu pemicu utama yang menggerus eksistensi pasar tradisional.
“Kalau di online kadang banting harga, terus mereka juga sudah tahu harganya,” ucap Imas.
Dampak dari sepinya pembeli membuat pendapatan kotor harian Imas merosot dari Rp 5 juta menjadi hanya sekitar Rp 2 juta, yang bahkan belum dipotong biaya operasional.
“Sekarang mah boro-boro lebih. Dapat Rp 2 juta kotor aja belum dipotong setoran, listrik, sama distribusi,” kata Imas.
Kendati dihadapkan pada situasi yang sulit, Imas menegaskan akan tetap bertahan karena modal tempat berjualan sudah menjadi milik pribadi sejak lama.
“Mau enggak mau tetap bertahan di sini aja. Untung rugi dijalani. Saya juga sudah dari dulu di pasar ini, lapaknya juga sudah beli,” ujarnya Imas.
Ia pun mengharapkan adanya tindakan nyata dari jajaran pemerintah setempat untuk memulihkan keramaian di area dalam pasar.
“Harusnya pemerintah turun ke lapangan lihat pasar sekarang kayak gimana. Kalau bisa KDM datang, pedagang yang di pinggir jalan diajak masuk ke dalam lagi supaya pasar ramai,” kata Imas.
Berbeda dengan komoditas ayam dan cabai, harga telur ayam ras di tempat yang sama justru dilaporkan mengalami penurunan dalam kurun waktu lima hari terakhir.
Niko, pedagang telur di Pasar Baru Bekasi memaparkan harga telur ayam saat ini berada di angka Rp 26.000 per kilogram setelah sempat menyentuh Rp 30.000 per kilogram pada momen Lebaran.
“Sudah lima harian ini turun harganya. Sekarang telur bebek mentah Rp 2.000 per butir, kalau telur puyuh Rp 30.000 per kilogram,” ujar Niko.
Perubahan harga telur ini disebut sangat bergantung pada kelancaran proses distribusi dari peternakan sehingga fluktuasinya sulit diprediksi oleh pedagang.
“Kadang pas hari besar malah turun, kadang hari biasa justru naik,” kata Niko.
Meski harga berubah-ubah, penjualan telur diklaim cenderung lebih stabil karena posisinya sebagai salah satu komoditas pangan pokok harian.
“Kalau telur mah stabil. Ini kan makanan pokok sehari-hari, jadi tiap hari pasti ada aja yang beli,” ujar Niko.
Pelanggan yang berbelanja di lapaknya saat ini mayoritas didominasi oleh wajah-wajah lama yang menjadi konsumen setianya.
“Yang beli itu-itu aja orangnya,” kata Niko.
Di sisi lain, Pengawas Pasar Baru Bekasi Syaiful Ridwan menyatakan bahwa pasokan kebutuhan pokok di pasar tersebut masih aman dan fluktuasi harga secara umum relatif terkendali.
“Mayoritas harga kebutuhan pokok stabil dan stok aman,” ujar Syaiful.
Berdasarkan data pemantauan pasar, beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.000 per kilogram, cabai merah besar dan keriting Rp 50.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 55.000 per kilogram, serta cabai hijau besar Rp 25.000 per kilogram.
Syaiful menambahkan, cabai rawit merah menjadi yang tertinggi di kelasnya dengan harga Rp 85.000 per kilogram, disusul bawang merah Rp 45.000 per kilogram, bawang putih biasa Rp 30.000 per kilogram, bawang putih cutting Rp 34.000 per kilogram, daging sapi lokal Rp 140.000 per kilogram, daging sapi beku Rp 100.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp 38.000 per kilogram, telur ayam broiler Rp 27.000 per kilogram, dan telur ayam kampung Rp 3.000 per butir.
Pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, termasuk Kepala Bidang Perdagangan Rini Desmiati dan Kepala Seksi Bidang Perdagangan Eko Wijatmiko, belum memberikan keterangan resmi saat dihubungi terkait situasi harga pangan ini.