Fluktuasi harga melanda sejumlah komoditas bahan pangan pokok di area Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pergerakan nilai jual ini dipicu oleh dinamika pasokan di tingkat pasar, meskipun tingkat konsumsi harian rumah tangga terpantau stabil.
Kondisi yang berkembang di setiap wilayah menunjukkan grafik yang berbeda-beda, tergantung pada pasokan dan karakteristik pasar setempat, seperti dikutip dari Megapolitan.
Komoditas bumbu dapur menjadi motor utama pergerakan harga di wilayah ibu kota. Berdasarkan data resmi, kenaikan tertinggi dialami oleh bawang merah yang melonjak Rp 1.286 menjadi Rp 58.062 per kilogram.
Sebaliknya, penurunan harga terjadi pada komoditas bawang putih sebesar Rp 346, sehingga bertengger di angka Rp 41.987 per kilogram. Sektor cabai juga fluktuatif, dengan cabai merah keriting naik ke Rp 56.521 per kilogram dan cabai rawit merah turun ke Rp 85.628 per kilogram.
Untuk komoditas daging sapi has (paha belakang), nilainya mengalami penurunan sebesar Rp 879, namun posisinya masih menjadi yang tertinggi dengan nominal Rp 150.088 per kilogram.
Beras premium mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 16.900 per kilogram, diikuti kenaikan seluruh jenis beras lainnya. Ayam broiler juga naik menjadi Rp 42.978 per ekor, sementara telur ayam ras turun tipis ke Rp 28.044 per kilogram. Minyak goreng curah berada di angka Rp 21.940 per kilogram, gula pasir Rp 18.659 per kilogram, dan kentang naik menjadi Rp 18.777 per kilogram.
Kondisi Stabil di Pasar Tangerang
Berbeda dengan Jakarta, situasi di wilayah Tangerang menunjukkan tren yang relatif konstan sepanjang pekan keempat Mei 2026. Sejumlah kebutuhan dasar di Pasar Anyar terpantau tidak mengalami pergeseran nilai yang mencolok.
Beras jenis IR I tertahan di angka Rp 15.000 per kilogram, sedangkan untuk jenis IR II berada pada level Rp 12.500 per kilogram. Gula pasir lokal juga menetap di harga Rp 18.000 per kilogram, dan minyak goreng curah dipasarkan Rp 23.000 per kilogram.
Pada sektor protein, telur ayam broiler tidak beranjak dari Rp 28.000 per kilogram, disusul telur ayam kampung senilai Rp 3.000 per butir, serta susu kental manis di angka Rp 13.000 per kaleng.
Lonjakan Signifikan di Depok
Wilayah Depok mencatat lonjakan yang cukup tajam untuk beberapa bahan pangan utama. Kenaikan drastis di atas 150 persen menimpa cabai rawit merah yang melesat hingga mencapai Rp 82.166,50 per kilogram.
Bawang merah juga ikut merangkak naik ke posisi Rp 62.500 per kilogram, sementara bawang putih jenis bonggol tertahan di Rp 36.416,50 per kilogram. Minyak goreng kemasan melonjak ke Rp 23.000 per kilogram dan gula konsumsi menjadi Rp 19.000 per kilogram.
Daging sapi murni merangkak naik ke Rp 145.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras turun ke Rp 38.083,50 per kilogram. Telur ayam ras stabil pada Rp 27.000 per kilogram, dan kedelai naik ke Rp 10.800 per kilogram.
Stabilitas Pangan di Kota Bekasi
Sebagian besar harga komoditas pangan di Kota Bekasi terpantau aman dan stabil. Satu-satunya komoditas yang menonjol adalah bawang merah dengan kenaikan 12,5 persen menjadi Rp 45.000 per kilogram.
Bawang bombay berada pada nominal Rp 35.000 per kilogram, disusul bawang putih berkisar Rp 32.000–35.000 per kilogram. Beras medium stabil di Rp 13.000 per kilogram dan jenis premium seharga Rp 14.900 per kilogram.
Daging sapi dijual variatif antara Rp 120.000–130.000 per kilogram mengikuti jenis potongan. Daging ayam broiler berada di Rp 40.000 per kilogram, ayam kampung Rp 90.000 per kilogram, gula pasir serta gula merah Rp 18.000 per kilogram, dan garam dapur Rp 14.000 per kilogram.
Untuk sektor perikanan, ikan kembung dan ikan mas kompak dihargai Rp 40.000 per kilogram, sedangkan komoditas ikan asin teri Medan berada pada angka Rp 120.000 per kilogram.
Secara menyeluruh, gejolak harga pangan di kawasan Jadetabek didominasi oleh pergeseran nilai bumbu dapur, sementara kebutuhan pokok seperti beras dan protein hewani cenderung bertahan stabil di mayoritas tempat.