Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat mengalami pelemahan signifikan. Berdasarkan data pada Selasa, 19 Mei 2026, kurs rupiah merosot hingga menyentuh angka Rp17.679 per dolar AS.
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan harga minyak mentah dunia yang konsisten bertahan di level tinggi. Komoditas minyak dunia terus berada di atas 100 dolar AS per barel sejak awal perdagangan.
Dilansir dari Suara, minyak jenis Brent kini diperdagangkan pada angka 109,09 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di harga 107,28 dolar AS per barel.
Walaupun mata uang rupiah melemah dan harga minyak global melambung, harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri terpantau tidak mengalami perubahan. Pertamina bersama sejumlah SPBU swasta masih mempertahankan harga jual yang telah berlaku sejak April 2026.
Berikut adalah rincian harga komoditas BBM per tanggal 19 Mei 2026 untuk wilayah Jabodetabek di jaringan SPBU Pertamina serta pengelola swasta:
| Jenis BBM | Harga per Liter (Rp) |
|---|---|
| Pertalite (Subsidi) | 10.000 |
| Biosolar (Subsidi) | 6.800 |
| Pertamax (RON 92) | 12.300 |
| Pertamax Green 95 | 12.900 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 19.900 |
| Dexlite | 26.000 |
| Pertamina Dex | 27.900 |
| BP 92 | 12.390 |
| BP Ultimate Diesel | 29.890 |
| Revvo 92 | 12.390 |
| Diesel Primus | 30.890 |