Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil

Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis Pertalite tetap stabil di Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Langkah ini diambil melalui pengoptimalan produksi minyak domestik guna meredam dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka 17.800 per dolar Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Suara.

Pemerintah menerapkan strategi peningkatan produksi dalam negeri dan kesiapan kilang domestik untuk mengantisipasi gejolak kurs tersebut. Penegasan mengenai stabilitas harga ini disampaikan langsung oleh otoritas terkait demi menjaga ketahanan energi nasional.

"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan, ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan," kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.

Pemanfaatan hasil minyak bumi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kini diperkuat dengan regulasi baru. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 Tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan/atau LPG untuk Ketahanan Energi Nasional sebagai payung hukum penyerapan komoditas lokal tersebut.

"Karena ada keterbatasan suplai itu secara global, jadi kalau ada komitmen ekspor yang dari perusahaan KKKS itu bisa dipasarkan di dalam negeri dan harganya itu sesuai dengan harga ICP. Jadi untuk ini tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri," kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.

Selain regulasi pengadaan, pasokan bahan bakar untuk masyarakat saat ini dipastikan berada dalam kondisi aman. Volume stok operasional nasional dilaporkan berada di atas standar minimal yang ditetapkan.

"Cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal. Jadi ada beberapa, misalnya untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk Solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal. Dan juga non-subsidi pun kita amankan seperti CN51, Pertamax, dan juga Pertamax Turbo ini cukup secara nasional," kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.

Kementerian ESDM mencatat bahwa batas minimal untuk cadangan operasional nasional berada pada level 23 hari. Saat ini, ketersediaan jenis BBM bersubsidi maupun non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo dilaporkan berada dalam posisi aman secara nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi