Harga Bitcoin Anjlok ke Level 63.240 Dolar AS Akibat Tekanan Pasar

Harga Bitcoin Anjlok ke Level 63.240 Dolar AS Akibat Tekanan Pasar

Nilai mata uang kripto Bitcoin mengalami penurunan tajam sebesar 13,18 persen dalam sepekan terakhir hingga menyentuh angka 63.240 dolar AS pada Senin (8/6/2026) pukul 16.40 WIB. Berdasarkan data Coin Market Cap yang dilansir dari Investasi, komoditas digital terbesar ini bahkan mencatatkan penyusutan hingga 21,19 persen dalam waktu satu bulan ke belakang.

Koreksi signifikan ini terjadi setelah aset digital tersebut sempat menunjukkan pemulihan dan menembus kisaran 80.000 dolar AS pada akhir Mei 2026. Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menjelaskan bahwa pelemahan dipicu oleh perpaduan beberapa sentimen negatif yang menekan minat pelaku pasar terhadap aset berisiko. Arus keluar dana dari instrumen Exchange Traded Fund (ETF) kripto serta aksi ambil untung massal menjadi penyebab utama berhentinya reli tersebut.

"Beberapa support kunci gagal mempertahankan harga di tengah tekanan inflasi dan sentimen risk-off vang mulai berkembang menyusul potensi kondisi suku bunga higher for longer," ujar Fahmi Almuttaqin, Analis Reku.

Fahmi menambahkan bahwa volatilitas pasar kian diperbesar oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang membuat tren penguatan harga sulit bertahan lama. Kendati demikian, situasi jenuh jual atau oversold ini dinilai membuka peluang akumulasi yang menarik bagi para investor jangka panjang karena valuasi aset utama menjadi lebih murah.

"Terlepas dari koreksi yang terjadi, perkembangan fundamental dan adopsi institusi terus berjalan semakin signifikan. Terlebih dengan arah regulasi AS terhadap kripto yang semakin jelas saat ini, strategi seperti akumulasi aset besar maupun eksplorasi emerging strategic opportunity di proyek-proyek altcoin inovatif menarik dipertimbangkan," kata Fahmi Almuttaqin, Analis Reku.

Untuk periode jangka pendek, ruang bagi Bitcoin untuk mencetak reli besar pada sisa semester pertama tahun 2026 diperkirakan cukup terbatas. Kondisi perekonomian Amerika Serikat yang masih kokoh serta tingkat inflasi yang tinggi memperkecil peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral dalam waktu dekat.

"Jika tren aliran dana institusi kembali membaik, rebound menuju level US$ 70.000 masih cukup masuk akal untuk terjadi," pungkas Fahmi Almuttaqin, Analis Reku.

Artikel terkait

Rekomendasi