Harga Bitcoin Melemah ke Level US$ 77.375 setelah Gagal Bertahan

Harga Bitcoin Melemah ke Level US$ 77.375 setelah Gagal Bertahan

Harga Bitcoin mengalami penurunan ke kisaran US$ 77.375 pada Jumat (22/5) pukul 13.25 WIB setelah gagal mempertahankan posisi di level psikologis US$ 78.000. Komoditas digital ini tertekan aksi jual masif meskipun sempat menembus rekor tertinggi baru pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan ini membuat aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut kehilangan momentum kenaikan harian dan terkoreksi sebesar 0,35 persen, sebagaimana dilansir dari Investasi. Penurunan ini dipicu oleh gelombang aksi ambil untung investor setelah harga sempat melewati batas psikologis tersebut.

Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menjelaskan bahwa kegagalan instrumen ini dalam mempertahankan posisinya menandakan pasar sedang berada di fase konsolidasi. Menurutnya, pergerakan tersebut menunjukkan dominasi tekanan jual yang masih kuat di tengah volume perdagangan yang belum cukup solid.

"Selama harga belum mampu bertahan di atas area resistance tersebut, pergerakan Bitcoin masih berisiko kembali menguji level support terdekat,โ€ ujar Fyqieh Fachrur, Analis Tokocrypto.

Fyqieh menilai batas US$ 77.000 menjadi zona krusial yang menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek. Jika area ini jebol, nilai aset berpotensi merosot lebih dalam menuju kisaran US$ 76.000 hingga US$ 70.000.

โ€œLevel US$ 77.000 saat ini menjadi area krusial. Jika mampu bertahan, pasar bisa melihat adanya upaya rebound teknikal. Namun, jika level ini ditembus dengan tekanan jual yang kuat, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area support yang lebih rendah. Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan harga, arus dana ETF, serta indikator permintaan pasar sebelum mengambil keputusan,โ€ kata Fyqieh Fachrur.

Koreksi ini juga diperparah oleh tren penarikan modal yang terus berlanjut dari ETF Bitcoin spot di pasar keuangan global. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar memanfaatkan kenaikan harga jangka pendek untuk membatasi risiko portfolio mereka.

Selain faktor teknikal internal, ketegangan geopolitik terkait potensi operasi militer Amerika Serikat di Iran turut menekan sentimen pasar global. Sejak tanggal 14 Mei, harga Bitcoin tercatat sudah merosot lebih dari US$ 4.500 atau berkurang hampir 6 persen dari posisi awal bulan.

Artikel terkait

Rekomendasi