Harga Bitcoin Melemah ke Level US$ 76.958 akibat Outflow ETF

Harga Bitcoin Melemah ke Level US$ 76.958 akibat Outflow ETF

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan hingga menyentuh level US$ 76.958 atau melemah sebesar 4,45 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir. Penurunan nilai aset kripto ini terpantau berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (19/5/2026) pukul 18.05 WIB, sebagaimana dilansir dari Investasi.

Kemerosotan ini dipicu oleh pudarnya sentimen positif seiring meningkatnya arus dana keluar atau outflow dari ETF Bitcoin, setelah sebelumnya sempat menguat berkat aliran dana masuk pada awal Mei 2026. Analis Reku, Andi Fauzan mencatat bahwa outflow ETF mencapai sekitar US$ 635 juta pada 13 Mei, termasuk penarikan dana sekitar US$ 448 juta dari produk milik BlackRock pada 18 Mei.

Selain faktor ETF, tekanan terhadap Bitcoin juga bersumber dari kenaikan imbal hasil obligasi global yang dipengaruhi tingginya inflasi, ketegangan geopolitik, serta aksi likuidasi posisi long berleverage di tengah tipisnya transaksi. Serangkaian faktor tersebut mengakibatkan Bitcoin gagal mempertahankan posisi di level psikologis US$ 80.000.

Kendati mengalami koreksi, situasi saat ini dinilai belum menunjukkan perubahan tren jangka panjang menjadi bearish melainkan hanya fase konsolidasi setelah gagal menembus area resistance di level US$ 82.000 dalam siklus pasar yang matang.

"Reli akhir pekan lalu didorong inflow kuat ke spot Bitcoin ETF pada awal Mei, termasuk arus dana lebih dari US$ 1 miliar dalam beberapa hari. Selain itu, aksi short covering juga mendorong harga naik ke area US$ 81.500–US$ 82.300 pada 5–6 Mei," ujar Andi, Analis Reku.

Meskipun ada potensi penurunan lebih lanjut ke area US$ 70.000 hingga US$ 74.000 akibat tekanan makroekonomi, prospek jangka panjang aset ini dianggap masih positif.

"Saya tidak melihat ini sebagai tren bearish jangka panjang, melainkan fase konsolidasi. Prospek kenaikan masih terbuka pada paruh kedua 2026 apabila inflow ETF berlanjut, terjadi supply shock pasca-halving, serta ada potensi penurunan suku bunga," kata Andi, Analis Reku.

Menyikapi fluktuasi harga ini, para investor disarankan untuk menerapkan strategi akumulasi bertahap saat harga menyentuh area support kuat serta membatasi alokasi investasi agar risiko tetap terukur.

"Strateginya tetap DCA rutin di kisaran support US$ 70.000–US$ 75.000, dengan alokasi maksimal 5%–10% dari portofolio. Hindari leverage tinggi dan fokus pada investasi jangka panjang," ujar Andi, Analis Reku.

Pergerakan nilai Bitcoin pada semester II-2026 diproyeksikan akan berada dalam rentang US$ 75.000 sampai US$ 85.000 per koin, dengan nilai rata-rata di kisaran US$ 77.000 hingga US$ 82.000 jika minat dari investor institusi masih terjaga secara konsisten.

Artikel terkait

Rekomendasi