Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga di bawah level US$ 70.000 untuk pertama kalinya sejak April lalu akibat memburuknya sentimen pasar pada Selasa waktu setempat.
Koreksi mendalam mata uang kripto utama tersebut terjadi setelah aset digital ini sempat anjlok lebih dari 6% menuju posisi US$ 67.014,97, dilansir dari Detik Finance.
Data dari Coin Metrics menunjukkan bahwa Bitcoin sempat menyentuh titik terendahnya sejak 5 April di angka US$ 66.954,99 pada awal perdagangan.
Pelemahan ini berdampak pada Ether (ETH) yang merosot 4,7% serta memicu penurunan saham-saham sektor kripto seperti Strategy sebesar 9%, Galaxy 5,9%, dan Coinbase 4,7%.
Aksi penjualan sebagian kecil aset oleh perusahaan pelopor penyimpan Bitcoin terbesar, Strategy, pada Senin lalu menjadi pemantik gelombang pelemahan yang mengejutkan pasar kripto.
Langkah korporasi tersebut memicu perhatian besar karena figur kepemimpinannya dikenal memiliki komitmen kuat terhadap kepemilikan aset digital ini.
"jangan pernah jual Bitcoinmu." kata Michael Saylor, Pendiri sekaligus Chairman Strategy.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan tindakan perusahaan yang kemudian memicu gelombang likuidasi massal (long liquidation) bernilai US$ 594 juta dalam 24 jam terakhir berdasarkan data CoinGlass.
Penurunan harga ini terjadi di tengah upaya Bitcoin untuk kembali merangkak naik menuju rekor tertinggi pada bulan Oktober yang melampaui level US$ 126.000.
Tekanan terhadap harga Bitcoin terus meningkat akibat ketidakpastian global seperti perang AS-Iran, sementara di sisi lain pasar saham justru sukses mencetak rekor-rekor baru.