Harga Bitcoin (BTC) terpantau mengalami tekanan jual jangka pendek setelah gagal mempertahankan area nilai sebelumnya dan bergerak di bawah zona Volume Weighted Average Price (VWAP) pada Jumat, 15 Mei 2026.
Data dari investingLive menunjukkan aset kripto terbesar ini berada dalam posisi defensif dengan ambang batas bearish di bawah level 81.050 hingga 81.100 dolar AS, di mana kegagalan mempertahankan titik 80.650 dolar AS memperkuat kontrol penjual di pasar berjangka.
Laporan dari Glassnode dalam analisis Market Pulse Minggu ke-20 mencatat adanya peningkatan aktivitas on-chain yang signifikan, termasuk kenaikan jumlah alamat aktif harian dan volume transfer yang disesuaikan dengan entitas.
Kondisi likuiditas pasar terus stabil dengan berkurangnya modal spekulatif jangka pendek, sementara perubahan kapitalisasi realisasi menunjukkan adanya arus masuk modal bersih dalam jumlah moderat menurut catatan Glassnode.
Meskipun sentimen on-chain menguat, pasar berjangka menunjukkan dinamika yang lebih kompleks dengan penurunan pembayaran pendanaan sisi panjang (long-side funding payment) yang mengindikasikan pergeseran minat ke sisi pendek (short-side).
Analisis dari investingLive menyoroti area 80.000 dolar AS sebagai magnet psikologis utama, sementara pemulihan tren bullish memerlukan keberhasilan harga menembus kembali zona resistensi kuat di kisaran 81.750 hingga 81.850 dolar AS.
| Zona | Bias | Interpretasi |
|---|---|---|
| Di atas 81100 | Perbaikan Bullish | BTC mengklaim kembali zona VWAP saat ini |
| 80650-81100 | Zona Keputusan | Harga di antara dukungan pita VWAP bawah dan resistensi VWAP |
| Di bawah 80650 | Bearish | Dukungan pita VWAP bawah mulai gagal |
| Di bawah 80500 | Bearish Kuat | Membuka jalur penurunan yang lebih dalam |
| 80075-80000 | Magnet Penurunan | Dukungan psikologis dan kemungkinan area ambil untung |
| 81750-81850 | Resistensi Utama | Cluster resistensi volume tinggi dan POC sesi sebelumnya |
| 82300-82375 | Resistensi Atas | Area nilai atas sebelumnya dan zona kegagalan harga tinggi |
Di sisi lain, analisis dari economies.com menyebutkan indikator kekuatan relatif telah mencapai level jenuh jual (oversold), yang menunjukkan adanya potensi pembentukan divergensi positif untuk mendukung prospek pemulihan harga ke depan.