Masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermesin diesel terus memantau pergerakan harga bahan bakar minyak jenis Dexlite. Dikutip dari Money, harga jual produk tersebut terpantau masih stabil dan belum mengalami perubahan per Sabtu, 16 Mei 2026.
Ketetapan harga ini masih mengacu pada penyesuaian terakhir yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga sejak tanggal 4 Mei 2026 lalu. Pada kebijakan tersebut, terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan bagi konsumen di berbagai daerah.
Nilai jual Dexlite saat ini dipatok sebesar Rp 26.000 per liter, naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 23.600. Besaran nominal ini berlaku secara khusus untuk wilayah operasional di Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.
Namun, terdapat perbedaan harga di beberapa wilayah luar Jawa. Untuk provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, konsumen harus menebus Dexlite dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp 27.150 per liter.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai tarif Dexlite yang berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Indonesia per 16 Mei 2026.
| Wilayah/Provinsi | Harga per Liter |
|---|---|
| DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur | Rp 26.000 |
| Bali, Nusa Tenggara Barat | Rp 26.000 |
| Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan | Rp 26.600 |
| Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah | Rp 26.600 |
| Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah | Rp 26.600 |
| Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat | Rp 26.600 |
| Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Seluruh Wilayah Papua | Rp 26.600 |
| Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan | Rp 27.150 |
| Kalimantan Utara | Rp 27.150 |
| FTZ Sabang | Rp 24.400 |
| FTZ Batam | Rp 24.700 |
Data di atas menunjukkan adanya selisih harga yang dipengaruhi oleh faktor pajak bahan bakar kendaraan bermotor di masing-masing daerah. Kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam mendapatkan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.
Bagi konsumen yang ingin memantau perubahan harga secara berkala, Pertamina menyarankan pemeriksaan melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga. Selain itu, akses informasi mengenai pembaruan tarif juga tersedia melalui layanan aplikasi MyPertamina.