Harga Emas Antam 13 Mei 2026 Turun ke Rp 2.839.000 per Gram

Harga Emas Antam 13 Mei 2026 Turun ke Rp 2.839.000 per Gram

Nilai investasi logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan pertengahan pekan ini. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak.

Dilansir dari Suara, harga emas Antam pada Rabu, 13 Mei 2026, berada di level Rp 2.839.000 per gram untuk ukuran satu gram. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp 20.000 jika dibandingkan dengan posisi pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali oleh pihak Antam. Saat ini, harga buyback dipatok senilai Rp 2.656.000 per gram, yang juga mengalami penyusutan sebesar Rp 20.000 dari harga sebelumnya.

Besaran harga yang tercantum tersebut merupakan nilai dasar dan belum menyertakan komponen pajak penghasilan (PPh). Ketentuan ini merujuk pada PMK Nomor 34/OMK.19/2017 terkait transaksi logam mulia.

Bagi investor pemegang NPWP, akan dikenakan potongan PPh sebesar 0,25 persen. Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak menyertakan NPWP saat transaksi, dikenakan potongan pajak yang lebih tinggi yakni sebesar 0,9 persen.

Daftar Harga Emas Antam Setelah Pajak 13 Mei 2026
Ukuran EmasHarga Setelah Pajak (Rp)
1.473.1742.846.098
5.632.0458.423.005
14.004.92527.954.713
69.760.968139.442.738
278.807.280696.752.538
1.393.294.5502.786.549.000

Kondisi Pasar Emas Global

Berbeda dengan tren domestik, harga emas dunia justru terpantau menguat tipis pada sesi perdagangan awal di Asia. Pergerakan ini dipicu oleh sikap waspada para pelaku pasar terhadap data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) kini bergerak di kisaran level 4.720 dolar AS. Namun, laju penguatan komoditas ini dianggap terbatas karena adanya proyeksi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Data inflasi AS menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 3,8 persen secara tahunan pada April 2026. Angka ini melampaui estimasi pasar yang berada di level 3,7 persen sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak pertengahan 2023.

Situs FXStreet mencatat bahwa panasnya data inflasi meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga 30 persen pada akhir tahun ini. Hal tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski tertekan oleh isu suku bunga, emas tetap mendapatkan dukungan sebagai aset aman (safe haven) akibat tensi geopolitik global. Fokus pasar kini tertuju pada agenda pertemuan bilateral antara pemimpin Amerika Serikat dan China di Beijing.

Artikel terkait

Rekomendasi