Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami lonjakan tajam, dikutip dari Personalfinance. Pada Rabu (6/5), harga emas Antam melesat sebesar Rp 63.000 per gram.
Nilai tersebut merangkak naik dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp 2.760.000 per gram. Saat ini, harga jual komoditas tersebut bertengger di level Rp 2.823.000 per gram.
Pergerakan naik ini memberikan keuntungan bagi para pemilik emas lama. Kendati demikian, situasi ini menjadi tantangan bagi investor baru karena adanya pelebaran selisih harga jual dan beli atau spread.
Sinyal positif juga terlihat pada harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia Antam yang ikut meroket. Angka buyback tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp 80.000 per gram.
Melalui lonjakan tersebut, harga buyback emas Antam kini berada di posisi Rp 2.625.000 per gram. Ketentuan harga ini menjadi acuan utama bagi konsumen yang ingin menjual kembali aset mereka.
Kondisi ini menciptakan jarak atau spread sebesar Rp 198.000 per gram antara harga beli dan harga buyback. Besaran selisih tersebut menjadi variabel penting yang wajib dicermati investor sebelum bertransaksi jangka pendek.
Simulasi Potensi Untung dan Rugi Investasi Emas
Investor yang berniat melepas koleksi logam mulia milik mereka dapat mencermati estimasi perhitungan hasil investasi. Perhitungan ini didasarkan pada harga buyback terkini yang berada di angka Rp 2.625.000 per gram.
Berikut adalah rincian proyeksi keuntungan maupun kerugian finansial yang dihitung berdasarkan waktu pembelian modal sebelumnya.
| Tanggal Pembelian | Harga Beli (Per Gram) | Potensi Untung/Rugi (%) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 29 April 2026 | Rp 2.784.000 | -5,71% | Rugi |
| 06 Februari 2026 | Rp 2.890.000 | -9,17% | Rugi |
| 06 November 2025 | Rp 2.287.000 | +14,78% | Untung |
| 06 Mei 2025 | Rp 1.931.000 | +35,94% | Untung |
| 06 Agustus 2024 | Rp 1.413.000 | +85,77% | Untung |
Emas Sebagai Instrumen Investasi Jangka Panjang
Lebarnya selisih harga jual dan beli menegaskan status emas batangan sebagai instrumen keuangan yang ideal untuk jangka panjang. Data historis membuktikan penyimpanan di atas satu tahun memberikan imbal hasil optimal.
Investor yang membeli emas pada Mei 2025 telah mengantongi keuntungan di atas 30%. Sebaliknya, penanaman modal dalam hitungan minggu atau tiga bulan terakhir masih menunjukkan kerugian di atas kertas.
Bagi pelaku pemula, pemahaman terhadap harga jual gerai dan harga buyback menjadi hal mendasar. Penggunaan dana yang tidak terpakai dalam waktu dekat sangat disarankan guna mengantisipasi pergerakan harga.