Nilai jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Jakarta mengalami kenaikan sebesar Rp17.000 pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.
Berdasarkan data dari laman Logam Mulia pukul 08.47 WIB, harga emas kini berada di level Rp2.840.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.823.000.
Kenaikan ini juga diikuti oleh harga beli kembali atau buyback yang merangkak naik menjadi Rp2.645.000 per gram, seperti dilansir dari Market.
Tren pergerakan emas dalam beberapa tahun ke depan diproyeksikan akan tetap berada dalam jalur bullish yang sangat kuat meski sempat terjadi fluktuasi.
Riset dari Investing Haven memprediksi harga emas dunia berpotensi menyentuh angka US$5.750 pada 2026 dan terus mendaki mendekati US$6.500 di tahun 2027.
Puncak kenaikan ini diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030 dengan potensi harga logam mulia mencapai level US$8.150 per troy ounce.
Analisis terbaru menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase bullish struktural yang ditopang oleh berbagai indikator teknikal dan fundamental penting.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Beberapa elemen utama yang menjadi katalis kenaikan meliputi lonjakan ekspektasi inflasi, dinamika moneter global, serta pola grafik jangka panjang yang positif.
Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong investor untuk mengamankan aset mereka ke instrumen safe haven seperti emas.
Permintaan yang berkelanjutan dari bank sentral dunia dan potensi penurunan nilai mata uang juga menjadi alasan kuat di balik reli harga ini.
Analis dari SocGen menilai bahwa level harga tinggi saat ini bahkan bisa dianggap konservatif jika situasi geopolitik global terus memanas.
Pandangan Analis Wall Street
Para analis di Wall Street, termasuk bank investasi JP Morgan, telah merevisi target harga emas mereka ke angka yang lebih optimistis.
JP Morgan memprediksi logam mulia dapat menyentuh US$6.300 pada akhir tahun, didukung oleh rencana The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga.
Institusi keuangan lain seperti Deutsche Bank dan Societe Generale juga memperkirakan tren kenaikan bersejarah ini akan terus berlanjut hingga akhir 2026.
Strategi di UBS bahkan menyebutkan skenario optimis di mana harga emas bisa melambung hingga US$7.200 jika eskalasi konflik internasional semakin meluas.
Variasi Prediksi Lembaga Keuangan
Meskipun mayoritas analis bersikap optimis, beberapa lembaga keuangan besar memiliki pandangan yang lebih moderat terkait harga rata-rata tahunan.
Bank of America memperkirakan harga emas akan cenderung stabil di kisaran US$5.000 dalam jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, HSBC dan Commerzbank memberikan proyeksi rata-rata harga emas yang berada di rentang pertengahan hingga akhir US$4.000-an.
Berikut adalah ringkasan proyeksi target harga emas berdasarkan laporan analisis pasar terbaru:
| Tahun Proyeksi | Target Harga (USD) |
|---|---|
| US$5.750 | US$6.500 |
| US$7.300 | US$8.150 |
Para ahli strategi menekankan bahwa koreksi yang terjadi sewaktu-waktu hanyalah fase konsolidasi sementara sebelum melanjutkan tren kenaikan struktural jangka panjang.