Nilai jual logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Dilansir dari Suara, harga emas Antam pecahan satu gram kini berada di angka Rp 2.840.000.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp 17.000 dibandingkan posisi pada Rabu, 6 Mei 2026. Tren penguatan ini terpantau melalui laman resmi Logam Mulia yang menjadi acuan harga retail nasional.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga menyasar nilai beli kembali atau buyback. Harga buyback emas Antam tercatat naik Rp 20.000, sehingga kini dibanderol seharga Rp 2.645.000 per gram.
Sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017, setiap transaksi emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh). Pemegang NPWP dikenakan potongan pajak sebesar 0,45 persen, sementara bagi non-NPWP dibebankan 0,9 persen.
| Ukuran Emas | Harga Setelah Pajak (Rp) |
|---|---|
| 1.473.675 | 2.847.100 |
| 5.634.050 | 8.426.013 |
| 14.009.938 | 27.964.738 |
| 69.786.030 | 139.492.863 |
| 278.907.530 | 697.003.163 |
| 1.393.795.800 | 2.787.551.500 |
Sentimen Global dan Perdamaian AS-Iran
Loncatan harga di pasar domestik sejalan dengan kondisi pasar global yang sedang bergairah. Harga emas spot dunia dilaporkan menyentuh level tertinggi dalam sepekan di kisaran 4.700 dolar AS per troy ounce.
Optimisme pasar muncul setelah mencuatnya potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan negosiasi ini dinilai dapat meredakan tekanan harga energi global serta mendinginkan laju inflasi dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal positif terkait berakhirnya konflik tersebut. Ia menyatakan bahwa perang memiliki peluang yang sangat baik untuk selesai sebelum kunjungannya ke Beijing pada pekan depan.
Meredanya ketegangan geopolitik memberikan ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga acuan. Kondisi ini menguntungkan emas karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi berkurang.
Meskipun sentimen positif mendominasi, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap volatilitas. Wakil Presiden sekaligus ahli strategi logam senior Zaner Metals, Peter Grant, memberikan catatannya terkait situasi ini.
"Optimisme tentang kesepakatan akhir antara AS dan Iran setidaknya telah menyebabkan sedikit kelegaan jangka pendek pada harga emas," ujar Peter Grant.
Namun, ia juga menekankan bahwa fluktuasi masih sangat mungkin terjadi tergantung pada dinamika di Timur Tengah. "Pasar masih dapat berubah arah berdasarkan berita utama Timur Tengah," kata Peter Grant.
Investor kini mengalihkan perhatian pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat periode April yang akan dirilis Jumat waktu setempat. Data ini menjadi instrumen krusial dalam memprediksi arah kebijakan moneter The Fed di masa mendatang.