Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (5/5). Dilansir dari Personalfinance, harga komoditas tersebut merosot sebesar Rp35.000 per gram dari angka sebelumnya Rp2.795.000 menjadi Rp2.760.000 per gram.
Penurunan yang lebih dalam terjadi pada harga beli kembali atau buyback oleh Logam Mulia, yaitu merosot sebesar Rp40.000 per gram. Angka nilai buyback kini bertengger di posisi Rp2.545.000 per gram.
Kondisi ini mengakibatkan selisih harga jual dan harga beli atau spread menjadi sangat tebal sebesar Rp215.000 per gram. Besarnya selisih harga ini membuktikan bahwa investasi emas batangan murni ditujukan sebagai instrumen jangka panjang dan bukan untuk spekulasi jangka pendek.
Masyarakat yang membeli emas batangan perlu mencermati harga jual gerai saat membeli dan harga buyback ketika menjualnya kembali. Apabila investor membeli 1 gram emas seharga Rp2.760.000 kemudian langsung menjualnya di hari yang sama, nilai emas hanya dihargai Rp2.545.000 sehingga langsung memicu kerugian.
Tanpa memperhitungkan selisih harga jual dan beli ini, pemilik modal berisiko salah dalam menghitung potensi keuntungan serta kerugian portofolio mereka. Berdasarkan data historis, pergerakan keuntungan investasi komoditas ini sangat bergantung pada durasi penyimpanan kepemilikan.
Data kalkulasi menunjukkan investor yang membeli emas pada awal tahun 2026 masih terjebak dalam zona rugi karena kenaikan harga pasar belum melampaui spread. Sebaliknya, keuntungan puluhan persen didapatkan oleh mereka yang sudah mengumpulkan emas sejak tahun 2024 atau pertengahan 2025.
| Waktu Pembelian | Harga Beli (per Gram) | Potensi Untung atau Rugi |
|---|---|---|
| 28 April 2026 | Rp2.814.000 | Rugi -9.56% |
| 05 April 2026 | Rp2.857.000 | Rugi -10.92% |
| 05 Februari 2026 | Rp2.956.000 | Rugi -13.90% |
| 05 November 2025 | Rp2.260.000 | Untung +12.61% |
| 05 Agustus 2025 | Rp1.959.000 | Untung +29.91% |
| 05 Mei 2025 | Rp1.905.000 | Untung +33.60% |
| 05 Februari 2025 | Rp1.663.000 | Untung +53.04% |
| 05 November 2024 | Rp1.539.000 | Untung +65.37% |
| 05 Agustus 2024 | Rp1.420.000 | Untung +79.23% |
Performa keuntungan riil di lapangan akan sedikit tergerus oleh komponen biaya lain yang belum masuk hitungan kasar di atas kertas, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Komoditas ini dapat menjadi pelindung nilai kekayaan terhadap inflasi dengan catatan disimpan minimal 1 hingga 2 tahun ke depan.