Harga Emas Antam Bersertifikat Menyentuh Rp 2.799.000 Per Gram 1 Juni 2026

Harga Emas Antam Bersertifikat Menyentuh Rp 2.799.000 Per Gram 1 Juni 2026

Koreksi harga terjadi pada pergerakan emas spot di pasar global. Meski demikian, para penanam modal dihimbau untuk mengenali karakteristik dari setiap jenis produk sebelum memutuskan untuk menempatkan dana, baik pada emas batangan maupun varian digital.

Merujuk pada data dari Trading Economics pada Senin (1/6) pukul 11.50 WIB, posisi emas spot berada pada angka US$ 4.511 per ons troi. Nilai tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,15% dalam kurun waktu satu minggu serta mengalami penyusutan 0,15% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu untuk pasar domestik, komoditas emas bersertifikat Antam dipatok senilai Rp 2.799.000 per gram, seperti dilansir dari Investasi. Pada saat yang sama, harga pembelian kembali atau buyback berada pada posisi Rp 2.609.000 per gram, yang berarti terdapat selisih atau spread sebesar Rp 190.000 per gram atau sekitar 6,79%.

Penilaian mengenai instrumen ini datang dari Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. Menurut pandangannya, logam mulia dalam bentuk batangan masih memegang daya tarik yang kuat apabila digunakan untuk memenuhi target finansial jangka menengah hingga panjang.

Aset fisik ini dinilai memiliki efektivitas yang baik sebagai sarana pelindung nilai. Selain itu, emas fisik mampu mempertahankan kekayaan investor saat kondisi ekonomi serta situasi geopolitik dunia sedang dilingkupi ketidakpastian.

Sebaliknya, Josua Pardede melihat jenis batangan kurang pas bagi pelaku pasar yang mengejar keuntungan dalam periode singkat. Penyebab utamanya adalah rentang perbedaan harga jual dan harga beli yang cukup lebar, sehingga memerlukan lonjakan harga yang signifikan agar investor bisa mencapai titik impas.

"Emas batangan lebih cocok untuk tujuan menjaga nilai kekayaan, dana darurat jangka panjang, warisan atau diversifikasi portofolio dengan horizon investasi minimal tiga sampai lima tahun," ujar Josua.

Aktivitas perdagangan yang terlalu sering keluar dan masuk pasar berisiko menurunkan tingkat efisiensi dari modal yang ditanamkan. Hambatan lain yang dapat menggerus potensi keuntungan investasi fisik meliputi ongkos penyimpanan, potensi risiko kehilangan, hingga regulasi terkait perpajakan.

Fleksibilitas dan Keamanan Emas Digital

Di sisi lain, opsi digital dinilai memberikan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi bagi para pelaku investasi ritel. Mekanisme ini membuka peluang pembelian dengan nominal yang terjangkau, penyelesaian transaksi yang lebih cepat, serta tingkat likuiditas yang lebih unggul daripada emas batangan.

Faktor lain yang menjadi kelebihan adalah tiadanya beban risiko untuk menjaga keamanan bentuk fisik barang. Kondisi ini membuat model digital sangat sesuai untuk menjalankan strategi pengumpulan aset secara berkala.

"Emas digital lebih menarik bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas, modal awal yang kecil, dan kemudahan transaksi," kata Josua.

Kendati menawarkan banyak kemudahan, faktor keamanan platform penunjang harus tetap menjadi perhatian utama bagi setiap calon pembeli. Langkah krusial yang harus dipastikan adalah legalitas resmi dari penyedia layanan, ketersediaan cadangan fisik yang riil, hingga transparansi pada sistem penyimpanan dan proses pencetakan fisik.

Pada akhirnya, penentuan instrumen yang tepat wajib diselaraskan kembali dengan target finansial dari masing-masing individu. Varian batangan menjadi opsi ideal bagi masyarakat yang beraspirasi menyimpan kekayaan berwujud dalam jangka waktu lama, sedangkan opsi digital hadir sebagai solusi bagi kebutuhan investasi yang dinamis serta mudah dicairkan.

Artikel terkait

Rekomendasi