Kondisi pasar logam mulia menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Market, harga emas batangan produksi Antam mengalami koreksi tajam dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan tercatat sebesar Rp35.000 per gram, sehingga harga emas yang sebelumnya berada di level Rp2.795.000 kini menjadi Rp2.760.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga emas Antam ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.
Kondisi serupa juga terjadi pada harga beli kembali atau buyback yang ikut merosot ke angka Rp2.545.000 per gram. Tren pelemahan ini tidak hanya terjadi pada gerai resmi Logam Mulia, tetapi juga merambah ke platform perdagangan lainnya seperti Pegadaian.
Di Pegadaian, harga emas dari berbagai merek seperti Antam, UBS, hingga Galeri24 terpantau mengalami penyusutan meski dengan besaran yang lebih tipis dibandingkan penurunan pada Senin kemarin.
Emas merek Galeri24 di Pegadaian kini dibanderol seharga Rp2.782.000 per gram, turun dari harga sebelumnya Rp2.788.000. Sementara itu, varian emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian terkoreksi tipis dari Rp2.908.000 menjadi Rp2.907.000.
| Jenis Emas | Harga Sebelumnya | Harga Terbaru |
|---|---|---|
| Antam (Logam Mulia) | Rp2.795.000 | Rp2.760.000 |
| Galeri24 (Pegadaian) | Rp2.788.000 | Rp2.782.000 |
| Antam (Pegadaian) | Rp2.908.000 | Rp2.907.000 |
Meski harga sedang mengalami tekanan, terdapat beberapa strategi yang bisa diterapkan agar nilai jual kembali emas tetap optimal. Lokasi tempat penjualan menjadi faktor penentu besaran keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemilik logam mulia.
Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk melakukan buyback adalah Kantor Pusat Antam di Jakarta. Penjualan di lokasi ini memungkinkan pemilik emas mendapatkan harga yang cukup kompetitif, yakni mencapai kisaran 90% dari nilai pasar.
Opsi lainnya adalah melalui toko emas konvensional yang menawarkan keunggulan berupa pencairan dana tunai yang cepat. Namun, perlu diperhatikan bahwa harga buyback di toko emas cenderung lebih rendah, biasanya berkisar antara 70% hingga 80% dengan proses administrasi yang beragam.
Pemanfaatan marketplace atau penjualan langsung kepada pengguna akhir (end-user) menjadi alternatif cerdik untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Melalui metode ini, harga jual seringkali tidak terpaut jauh dari harga beli resmi yang berlaku saat ini.
Sebagai gambaran, jika harga buyback resmi berada di level Rp2.545.000 per gram, penjualan melalui marketplace atau langsung ke pembeli bisa mencapai Rp2.750.000 per gram atau bahkan lebih tinggi tergantung kesepakatan.