Penurunan tajam melanda harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM). Dilansir dari Investasi, harga emas batangan ambles sebesar Rp 24.000 per gram pada Rabu (20/5/2026).
Nilai komoditas tersebut merosot dari yang sebelumnya berada di angka Rp 2.789.000 per gram menjadi Rp 2.765.000 per gram. Pergerakan ini mengubah peta kalkulasi bagi para investor emas lantakan.
Koreksi harga juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia. Nilai buyback menyusut sebesar Rp 25.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.594.000 per gram menjadi Rp 2.569.000 per gram.
Melalui perubahan tersebut, jarak atau spread antara harga beli emas dan harga buyback kini tercatat sebesar Rp 196.000 per gram. Manajemen Antam sendiri memberlakukan dua skema harga untuk produknya, yakni harga emas dan harga buyback.
Harga emas mengacu pada nilai yang wajib dibayarkan konsumen saat membeli dari gerai Logam Mulia. Sementara itu, harga buyback mematok nilai yang diterima konsumen ketika menjual kembali emas mereka ke gerai tersebut.
Skema ini memicu konsekuensi instan bagi pelaku transaksi jangka pendek. Jika konsumen membeli emas Antam pagi ini dengan harga Rp 2.765.000 per gram, lalu terdesak menjualnya pada siang hari, Logam Mulia hanya akan menghargai Rp 2.569.000 per gram.
Perbedaan tebal antara kedua harga ini menjadi instrumen krusial yang wajib dipahami penanam modal. Mengabaikan selisih spread berisiko membuat investor salah dalam memproyeksikan potensi keuntungan maupun kerugian finansial.
Lebar celah harga jual dan beli memposisikan emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Investor perlu menunggu momentum kenaikan harga yang tinggi agar dapat melampaui selisih spread sekaligus mengamankan profit.
Sebagai panduan acuan, berikut adalah simulasi perhitungan untung serta rugi bagi investor yang membeli emas batangan dalam berbagai linimasa berbeda.
| Tanggal Pembelian | Harga Beli Per Gram | Estimasi Untung/Rugi |
|---|---|---|
| 13 Mei 2026 | Rp 2.839.000 | -9.51% (rugi) |
| 20 April 2026 | Rp 2.840.000 | -9.54% (rugi) |
| 20 Februari 2026 | Rp 2.944.000 | -12.74% (rugi) |
| 20 November 2025 | Rp 2.364.000 | 8.67% (untung) |
| 20 Agustus 2025 | Rp 1.890.000 | 35.93% (untung) |
| 20 Mei 2025 | Rp 1.871.000 | 37.31% (untung) |
| 20 Februari 2025 | Rp 1.708.000 | 50.41% (untung) |
| 20 November 2024 | Rp 1.498.000 | 71.50% (untung) |
| 20 Agustus 2024 | Rp 1.419.000 | 81.04% (untung) |