Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami kenaikan sebesar Rp 20.000 per gram pada Jumat, 29 Mei 2026. Dikutip dari Investasi, harga komoditas ini bergerak dari angka Rp 2.754.000 per gram menjadi Rp 2.774.000 per gram.
Kenaikan ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia yang melonjak Rp 22.000 per gram. Nilai buyback yang sebelumnya berada di angka Rp 2.557.000 per gram kini terangkat ke posisi Rp 2.579.000 per gram.
Perkembangan terbaru ini membuat selisih atau spread antara harga jual dan harga beli kembali emas Antam berada di angka Rp 195.000 per gram. Selisih tersebut menjadi poin penting yang perlu dicermati oleh para pelaku investasi emas lantakan.
PT Aneka Tambang menetapkan dua skema harga yang berbeda untuk produk emas batangan mereka, yaitu harga penjualan reguler dan harga buyback. Harga reguler merupakan nominal yang harus dibayarkan konsumen saat membeli emas dari gerai Logam Mulia.
Sebaliknya, harga buyback merupakan nominal yang berlaku ketika konsumen mencairkan atau menjual kembali emas mereka ke gerai resmi tersebut. Perbedaan kedua harga ini kerap memicu kekeliruan perhitungan bagi para investor pemula.
Sebagai gambaran, pembeli yang membawa pulang emas Antam pada pagi hari harus membayar Rp 2.774.000 per gram. Namun, jika emas tersebut terpaksa dijual kembali pada hari yang sama karena kebutuhan mendesak, pihak Logam Mulia hanya akan menghargainya sebesar Rp 2.579.000 per gram.
Para peminat investasi emas batangan diwajibkan untuk memperhatikan pergerakan kedua jenis harga ini. Pengabaian terhadap jarak spread berisiko membuat investor salah dalam mengalkulasi potensi keuntungan maupun kerugian modal mereka.
Simulasi Potensi Laba dan Rugi Investasi Emas Batangan
Perhitungan mengenai potensi keuntungan dan kerugian dari investasi instrumen ini sangat bergantung pada waktu pembelian awal. Penjualan emas batangan yang mengacu pada harga terkini memperlihatkan hasil yang bervariasi bagi masing-masing kurun waktu beli.
Investasi pada emas batangan dinilai hanya efektif apabila diterapkan untuk proyeksi keuangan jangka panjang. Harapan utama dari strategi ini adalah kenaikan nilai komoditas di masa depan yang cukup tinggi untuk melampaui tebalnya jarak spread jual-beli sekaligus memberikan imbal hasil bersih.
| Tanggal Beli | Harga Emas per gram | Harga Buyback () | Potensi Laba/Rugi |
|---|---|---|---|
| 22 Mei 2026 | Rp 2.788.000 | Rp 2.579.000 | -7.50% (rugi) |
| 29 April 2026 | Rp 2.784.000 | Rp 2.579.000 | -7.36% (rugi) |
| 01 Maret 2026 | Rp 3.085.000 | Rp 2.579.000 | -16.40% (rugi) |
| 29 November 2025 | Rp 2.413.000 | Rp 2.579.000 | 6.88% (untung) |
| 29 Agustus 2025 | Rp 1.964.000 | Rp 2.579.000 | 31.31% (untung) |
| 29 Mei 2025 | Rp 1.874.000 | Rp 2.579.000 | 37.62% (untung) |
| 01 Maret 2025 | Rp 1.672.000 | Rp 2.579.000 | 54.25% (untung) |
| 29 November 2024 | Rp 1.508.000 | Rp 2.579.000 | 71.02% (untung) |
| 29 Agustus 2024 | Rp 1.412.000 | Rp 2.579.000 | 82.65% (untung) |