Harga Emas Antam di Pegadaian 21 Mei 2026 Turun Rp 25.000 Per Gram

Harga Emas Antam di Pegadaian 21 Mei 2026 Turun Rp 25.000 Per Gram

Nilai jual logam mulia Antam mengalami penurunan pada perdagangan terbaru. Seperti dikutip dari Money, harga emas Antam per gram di Pegadaian kini berada di level Rp 2.862.000, setelah merosot Rp 25.000 dari hari sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru dari laman Galeri 24 Pegadaian, nilai buyback atau harga beli kembali untuk komoditas ini ditetapkan sebesar Rp 2.577.000 per gram. Penurunan nilai ini terjadi secara merata pada seluruh ukuran cetakan yang dipasarkan oleh Pegadaian.

Koreksi ini membalikkan tren penguatan yang sempat terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya. Berikut adalah rincian lengkap mengenai nilai jual dan buyback logam mulia tersebut.

Daftar Harga Jual dan Buyback Emas Antam di Pegadaian 21 Mei 2026
Ukuran EmasHarga Jual (Rp)Harga Buyback (Rp)
1.484.0001.288.0002.862.000
2.577.0005.662.0005.154.000
8.467.0007.731.00014.076.000
12.885.00028.096.00025.770.000
70.108.00064.109.000140.134.000
128.218.000280.187.000256.437.000

Perkembangan Harga Emas Dunia

Kondisi berbeda terjadi di pasar global, di mana nilai komoditas ini justru menunjukkan penguatan. Logam mulia internasional bergerak naik di atas 4.500 dollar AS per ons setelah sempat melonjak lebih dari 1 persen.

Data perdagangan terkini mencatatkan komoditas ini berada pada level 4.559,93 dollar AS per ons, atau tumbuh sebesar 0,48 persen secara harian. Pergerakan positif ini dipicu oleh optimisme pelaku pasar terkait peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen positif tersebut diharapkan mampu meredakan tekanan inflasi global serta mengurangi kecemasan pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan secara agresif.

Donald Trump selaku Presiden AS mengonfirmasi bahwa negaranya telah memasuki tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kabar tersebut memunculkan ekspektasi bahwa Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia akan kembali dibuka penuh.

Potensi kelancaran pasokan energi ini langsung menekan harga minyak mentah, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi. Dampaknya, proyeksi mengenai pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral menjadi berkurang.

Namun, risalah rapat terbaru dari Federal Reserve menunjukkan bahwa mayoritas pejabat masih menganggap kenaikan suku bunga tahun ini masuk akal apabila inflasi belum kembali ke target 2 persen. Pelaku pasar kini masih terbagi dalam memprediksi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi