Harga Emas Batangan 4 Mei 2026 Diprediksi Tembus Rp3,3 Juta Per Gram

Harga Emas Batangan 4 Mei 2026 Diprediksi Tembus Rp3,3 Juta Per Gram

Nilai jual logam mulia batangan di Jakarta diperkirakan akan mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus angka Rp3.300.000 per gram pada kuartal kedua tahun 2026. Lonjakan tajam ini dipicu oleh akumulasi ketidakpastian kondisi global yang semakin intens.

Analisis pasar menunjukkan bahwa eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia telah mengalihkan minat investor secara masif ke aset aman. Dilansir dari Suara, tren penguatan harga ini merupakan imbas langsung dari memanasnya sentimen pasar internasional.

Ibrahim Assuaibi, seorang Analis Pasar Uang dan Komoditas, memberikan penegasan mengenai potensi kenaikan harga yang fantastis tersebut dalam sesi analisisnya di Jakarta pada Senin (4/5/2026).

"Pediksi harga emas untuk jenis logam mulia batangan berpotensi menyentuh angka fantastis Rp 3.300.000 per gram pada semester pertama, khususnya di kuartal kedua," katanya.

Faktor geopolitik saat ini mendominasi fluktuasi pasar dengan kontribusi pengaruh mencapai 50 persen. Situasi ini diperparah oleh dinamika politik di Amerika Serikat serta arah kebijakan bank sentral global yang kian tidak menentu.

Ibrahim mengidentifikasi lima pilar utama yang menjadi penggerak nilai emas saat ini, yaitu aspek geopolitik, konjungtur politik Amerika Serikat, perang dagang, kebijakan bank sentral, serta mekanisme permintaan dan penawaran.

"Kelima adalah faktor permintaan dan penawaran (supply and demand) dalam sesi analisis pasar," jelasnya.

Ketegangan di wilayah Timur Tengah menjadi perhatian serius setelah munculnya sinyal mengenai potensi konflik bersenjata yang berkepanjangan. Di saat yang sama, kesiapan militer Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump melalui persiapan misil supersonik turut menambah tekanan.

"Artinya apa? Perang kemungkinan besar akan terjadi, bahkan bisa saja terjadi pada minggu depan. Jika melihat dari penguatan dolar dan harga minyak dunia, harga emas dunia saat ini memang cenderung fluktuatif bahkan sempat melemah, namun tren jangka panjangnya tetap menguat," tambah Ibrahim.

Secara teknikal, kombinasi antara persaingan dagang dan ketegangan militer menjadi motor penggerak utama bagi para pemodal untuk segera mengamankan dana ke instrumen emas. Target harga emas global pada kuartal kedua tahun ini diproyeksikan menyentuh level 5.400 dolar AS.

Meskipun harga fisik di dalam negeri diprediksi stabil meroket ke angka Rp3.300.000, para pelaku investasi diminta tetap waspada terhadap volatilitas harian yang dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi global terbaru.

"Selama faktor geopolitik dan supply and demand tetap tidak stabil, emas akan tetap menjadi instrumen investasi aman utama bagi masyarakat di tengah ancaman resesi dan perang global," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi