Harga Emas Bearish Menanti Kejelasan Geopolitik Timur Tengah

Harga Emas Bearish Menanti Kejelasan Geopolitik Timur Tengah

Ketidakpastian situasi geopolitik di Timur Tengah dan indikator teknikal harian menahan pergerakan harga emas dunia di zona bearish pada Rabu (3/6/2026). Sentimen pasar global terpantau masih berada dalam posisi waspada meskipun muncul kabar terkait perkembangan negosiasi diplomatik serta kesepakatan damai di kawasan tersebut.

Dilansir dari Bloomberg News, para pejabat di Iran dilaporkan sedang melakukan pembahasan mengenai teks final yang rencananya akan dikirimkan kepada pihak Amerika Serikat. Di sisi lain, Donald Trump mengklaim bahwa Israel dan kelompok Hizbullah telah menyepakati komitmen untuk tidak saling melakukan serangan.

Kondisi pasar saat ini dinilai masih sangat cair karena potensi kenaikan eskalasi konflik dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah pernyataan-pernyataan yang bertolak belakang.

"Ekspektasi soal kecepatan AS-Iran masih cair. Berbagai serangan terbaru dan pernyataan yang bertolak belakang mencerminkan bahwa ada hal-hal yang belum terselesaikan," tegas Jason Pride dan Michael Reynolds dari Glenmede, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Secara teknikal melalui perspektif harian, posisi emas masih berada dalam tren melemah karena Relative Strength Index (RSI) 14 hari tercatat sebesar 41. Angka RSI yang berada di bawah level 50 tersebut mengonfirmasi bahwa aset komoditas ini sedang tertahan dalam posisi bearish.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada pada posisi 49 yang menunjukkan area jual tipis namun cenderung bergerak netral. Untuk proyeksi perdagangan, komoditas emas memiliki peluang untuk menguji titik pivot point pada level US$ 4.493 per troy ons.

Jika pergerakan harga berhasil melewati titik pivot tersebut, harga emas berpotensi untuk menguji area resisten berikutnya pada kisaran US$ 4.503 hingga US$ 4.506 per troy ons. Target jangka panjang untuk resisten lanjutan diproyeksikan berada pada level US$ 4.514 sampai US$ 4.593 per troy ons, dengan batas resisten terjauh berada di posisi US$ 4.602 per troy ons.

Sebaliknya, jika pergerakan harga emas justru mengalami penurunan kembali, tingkat support terdekat diperkirakan akan berada pada level US$ 4.467 per troy ons. Penembusan di bawah titik support terdekat tersebut berisiko menyeret harga emas jatuh lebih dalam ke kisaran US$ 4.462 hingga US$ 4.414 per troy ons, dengan target paling pesimistis berada pada level US$ 4.356 per troy ons.

Artikel terkait

Rekomendasi