Harga emas di pasar global terus merangkak naik pada sesi perdagangan Kamis 7 Mei 2026. Logam mulia ini mencatatkan tren positif setelah sebelumnya mengalami lonjakan harian yang signifikan sejak periode akhir Maret lalu.
Dilansir dari Money, nilai emas di pasar spot kini telah melampaui ambang batas 4.700 dollar AS per ons. Kenaikan tajam sekitar 3 persen pada perdagangan Rabu 6 Mei 2026 menjadi landasan utama penguatan ini.
Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh harapan besar akan tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Optimisme ini menjadi faktor krusial yang mendorong minat investor terhadap aset aman atau safe haven.
Meredanya tekanan inflasi turut memberikan tenaga tambahan bagi pergerakan harga emas. Kondisi ini dipicu oleh merosotnya harga energi dunia yang terjadi bersamaan dengan harapan perdamaian di Timur Tengah.
Situasi tersebut kemudian berdampak pada penurunan imbal hasil obligasi AS. Pada waktu yang sama, nilai tukar dollar AS kembali melemah ke level sebelum terjadinya konflik, sehingga menguntungkan komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut.
Laporan yang ada menyebutkan bahwa pihak Iran saat ini sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap proposal terbaru dari Washington. Upaya diplomatik ini bertujuan untuk mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung selama hampir 10 pekan.
Dukungan internasional juga datang dari China yang memberikan tekanan diplomatik agar kedua belah pihak segera mengakhiri ketegangan. Hal ini menambah keyakinan pasar bahwa solusi damai akan segera terealisasi.
Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdamaian sudah berada di depan mata. Melalui pernyataan di media sosial, ia menyebut AS siap menghentikan operasi militer dan membuka blokade Selat Hormuz jika Iran menyepakati poin-poin yang diajukan.
"Berita mengenai potensi kesepakatan damai mendorong penguatan logam mulia dan logam dasar pagi ini," tulis analis TD Securities, Ryan McKay, dalam catatannya.
Meski demikian, McKay tetap memberikan catatan peringatan bagi para pelaku pasar. Ia menilai situasi masih sangat fluktuatif karena tuntutan fundamental dari kedua negara belum mengalami perubahan besar dibandingkan proposal-proposal terdahulu.
Di sisi lain, otoritas moneter AS masih tetap waspada terhadap risiko inflasi yang membayangi ekonomi. Sejumlah pejabat The Fed mengingatkan bahwa tingkat inflasi nasional saat ini masih berada di atas target sasaran sebesar 2 persen.
Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, bersama Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menjadi pihak yang menyuarakan kekhawatiran tersebut. Hal ini terjadi meski pasar sudah mulai bereaksi positif terhadap peluang perdamaian.
Data historis menunjukkan harga emas telah terkoreksi sekitar 11 persen sejak konflik pecah pada akhir Februari. Penutupan jalur logistik di Selat Hormuz sebelumnya sempat memicu ketakutan akan kenaikan harga energi yang berkepanjangan.
Berdasarkan data perdagangan Kamis siang di Singapura, harga emas spot naik 0,2 persen ke posisi 4.701,96 dollar AS per ons. Logam mulia lainnya seperti perak juga mengalami penguatan sebesar 0,6 persen ke level 77,83 dollar AS.
Sementara itu, indeks dollar AS Bloomberg terpantau bergerak stabil setelah mengalami penurunan 0,6 persen pada sesi perdagangan sebelumnya. Di pasar logam industri, harga palladium tercatat menguat, namun harga platinum justru menunjukkan pelemahan.