Harga Emas Dunia Menguat ke Level 4.557 Dollar AS per Ons

Harga Emas Dunia Menguat ke Level 4.557 Dollar AS per Ons

Nilai tukar emas global mengalami kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026) waktu setempat atau Rabu pagi WIB setelah sebelumnya sempat merosot ke level terendah dalam satu bulan terakhir. Dilansir dari Money, harga emas spot terpantau naik 0,8 persen menjadi 4.557,56 dollar AS per ons.

Peningkatan ini terjadi tepat setelah komoditas tersebut menyentuh titik terendah sejak 31 Maret 2026 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) juga mencatatkan penguatan sebesar 0,8 persen hingga mencapai posisi 4.568,50 dollar AS per ons.

Kenaikan harga ini merupakan respons pasar terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penyesuaian ekspektasi suku bunga bank sentral AS. Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menilai pemulihan harga ini dipicu oleh aksi beli investor yang memanfaatkan penurunan tajam harga pada sesi-sesi sebelumnya.

"Kami melihat beberapa aksi beli setelah aksi jual baru-baru ini, dan penurunan harga minyak juga memberikan dukungan. Pasar akan terus mencermati perkembangan berita, tetapi fokus bisa sedikit bergeser ke data ekonomi," ujar Jim Wyckoff, Analis pasar American Gold Exchange.

Wyckoff memberikan catatan tambahan mengenai kondisi pasar saat ini. Menurutnya, para pelaku pasar masih menunggu adanya dorongan fundamental yang lebih kuat agar tren kenaikan harga emas dapat terus berlanjut secara konsisten dalam jangka panjang.

"Ia menambahkan, pelaku pasar emas masih membutuhkan sentimen fundamental yang lebih kuat agar reli harga kembali berlanjut," ujar Jim Wyckoff, Analis pasar American Gold Exchange.

Kondisi di Timur Tengah menjadi perhatian utama setelah Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan adanya serangan rudal dan drone. Di sisi lain, otoritas AS menyatakan bahwa gencatan senjata masih diupayakan meski sempat terjadi kontak senjata di Selat Hormuz, jalur krusial bagi perdagangan minyak dan komoditas global.

Meskipun emas dipandang sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan daya tarik logam mulia ini. Analis City Index, Fawad Razaqzada, menjelaskan bahwa permintaan terhadap aset aman atau safe haven tetap ada walaupun tekanannya mulai melandai.

"Kebutuhan untuk lindung nilai terhadap inflasi, ditambah pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, sejauh ini membantu membatasi penurunan harga emas yang lebih dalam," kata Fawad Razaqzada, Analis City Index.

Saat ini, investor tengah menanti rilis data ketenagakerjaan AS pada akhir pekan untuk memprediksi arah kebijakan Federal Reserve. Selain emas, harga perak spot naik ke 73,03 dollar AS, platinum ke 1.963,30 dollar AS, dan paladium menguat menjadi 1.501,41 dollar AS per ons.

Artikel terkait

Rekomendasi