Harga emas di pasar spot dunia mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai level di atas 4.660 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Kenaikan ini dipicu oleh merosotnya nilai tukar dollar AS dan perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dengan Iran.
Lonjakan harga sebesar 2,3 persen tersebut dilansir dari Money melalui data Bloomberg, yang memperpanjang tren positif setelah sebelumnya menguat 0,8 persen. Penurunan indeks dollar sekitar 0,5 persen membuat komoditas logam mulia ini menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sentimen positif bagi pasar setelah mengonfirmasi adanya perkembangan dalam dialog antarnegara. Langkah ini diambil guna memberikan kepastian pada stabilitas jalur perdagangan internasional di kawasan konflik.
"kemajuan besar" ujar Donald Trump, Presiden AS.
Selain itu, Trump juga berencana menyesuaikan kebijakan pengawalan maritim di wilayah strategis untuk memperlancar proses kesepakatan final. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap diplomasi yang sedang berlangsung.
Ia juga menyatakan akan menghentikan sementara upaya AS dalam membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz guna memberi ruang finalisasi perjanjian.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut memberikan keterangan terkait kondisi keamanan di lapangan yang mendukung stabilitas pasar. Menurutnya, kesepakatan penghentian kontak senjata masih dihormati oleh pihak-pihak terkait.
"gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan masih bertahan" kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menambahkan bahwa prioritas militer saat ini telah bergeser dari operasi penyerangan menjadi perlindungan jalur logistik. Langkah tersebut dikonfirmasi sebagai upaya menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
"operasi ofensif telah dihentikan, dengan fokus beralih pada perlindungan jalur pelayaran di kawasan tersebut" kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.
Pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga memberikan sinyal positif mengenai proses negosiasi yang sedang berjalan. Araghchi menilai ada pergerakan konstruktif dalam pembahasan tersebut.
"proses negosiasi terus menunjukkan kemajuan" kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Meskipun harga sedang menguat, pasar tetap waspada terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS untuk meredam inflasi. Analis mencatat adanya paradoks antara minat investasi yang tinggi dengan volume perdagangan fisik yang masih terbatas.
"paradoks posisi struktural" kata Nicky Shiels, Kepala riset dan strategi logam di MKS PAMP SA.
Shiels berpendapat bahwa faktor makroekonomi jangka panjang masih akan menyokong nilai emas, namun diperlukan dukungan modal institusional untuk mempertahankan kenaikan jangka pendek. Sejak awal konflik Februari 2026, akumulasi harga emas secara keseluruhan telah terkoreksi lebih dari 12 persen.
Kenaikan harga ini juga diikuti oleh logam mulia lainnya, di mana perak menguat 4,2 persen menjadi 75,91 dollar AS per ons. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan AS yang akan datang.