Harga Emas Spot Dunia Melonjak Akibat Penurunan Yield Obligasi AS

Harga Emas Spot Dunia Melonjak Akibat Penurunan Yield Obligasi AS

Harga emas spot dunia melonjak 1,1 persen ke level US$ 4.531,99 per ons troi di tengah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun. Komoditas logam mulia ini berhasil bangkit setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh pekan terakhir.

Lonjakan harga komoditas ini terjadi seiring berkurangnya daya tarik yield obligasi AS yang membuat aset tanpa bunga seperti emas kembali diminati, sebagaimana dilansir dari Investasi. Sejalan dengan pasar spot, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga ditutup menguat tipis sebesar 0,1 persen ke posisi US$ 4.535,30 per ons troi.

Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengonfirmasi bahwa penguatan harga komoditas ini memang dipicu oleh meredanya tekanan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

"Kami melihat ada jeda dari kenaikan yield yang terus berlangsung, sehingga harga emas mampu bangkit dari level terendahnya," ujar David Meger, Direktur perdagangan logam High Ridge Futures.

Sentimen positif terhadap pergerakan harga emas ke depan juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik di Timur Tengah. David Meger menilai ketegangan global yang mereda berpotensi melonggarkan tekanan suku bunga dunia.

"Ia menambahkan, setiap peluang penyelesaian perang Iran atau dibukanya kembali Selat Hormuz dapat menjadi sentimen positif bagi pasar emas. Kondisi itu dinilai bisa menurunkan tekanan suku bunga sehingga mendukung penguatan harga emas."

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent justru melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perang dengan Iran akan berakhir sangat cepat. Namun, risalah rapat Federal Reserve pada April menunjukkan kekhawatiran para pejabat bank sentral bahwa konflik tersebut bisa memicu inflasi, sehingga membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi berada di atas 2 persen.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar melihat ada peluang 48,6 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. Sementara itu, lembaga keuangan Citi masih bersikap hati-hati terhadap prospek jangka pendek dengan menetapkan target harga emas tiga bulan di level US$ 4.300 per ons troi.

Kenaikan harga juga diikuti oleh logam mulia lainnya, di mana perak spot menguat 3,1 persen ke US$ 76,06 per ons troi. Selanjutnya, platinum tercatat naik 1,6 persen ke level US$ 1.952,30 dan paladium turut meningkat 1,5 persen hingga mencapai posisi US$ 1.373,62 per ons troi.

Artikel terkait

Rekomendasi