Pasar komoditas logam mulia menunjukkan pergerakan yang sangat atraktif pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 pagi waktu Amerika Serikat. Harga emas di pasar spot terpantau bergerak menguat secara signifikan, sedangkan harga perak spot melesat jauh lebih tinggi.
Kondisi positif ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS), koreksi harga minyak mentah dunia, serta pergerakan variatif kontrak berjangka bursa saham Wall Street. Pelaku pasar saat ini juga sedang mengantisipasi rilis data resmi ketenagakerjaan Non-Farm Payroll dari pemerintah AS.
Dikutip dari Suara melalui data Kitco, emas spot diperdagangkan pada kisaran $4.505,90 per ons yang melambangkan kenaikan sebesar 1,63 persen. Performa yang lebih agresif ditunjukkan oleh perak spot yang melonjak hingga 2,44 persen dan bertengger pada level $74,390 per ons.
Lonjakan minat beli terhadap aset aman atau safe haven ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi pasar. Jumlah klaim pengangguran mingguan mengalami kenaikan sebesar 13.000 menjadi 225.000 klaim untuk pekan yang berakhir pada 30 Mei.
Angka riil tersebut berada di atas prediksi para analis pasar yang sebelumnya mematok estimasi pada level 215.000 klaim. Di sisi lain, klaim berkelanjutan di negara tersebut turun tipis ke angka 1,78 juta untuk pekan yang berakhir 23 Mei.
Laporan ketenagakerjaan swasta versi ADP pada hari Rabu turut melengkapi sentimen ini dengan menunjukkan penambahan 122.000 pekerjaan sepanjang bulan Mei. Angka performa ketenagakerjaan swasta tersebut sedikit berada di atas konsensus awal sebesar 110.000.
Pengaruh Geopolitik Selat Hormuz
Dari panggung geopolitik global, situasi di Selat Hormuz masih menjadi saluran transmisi utama yang menggerakkan volatilitas pasar logam, energi, suku bunga, dan valuta asing. Kesultanan Oman dilaporkan tengah berupaya keras untuk mempertahankan posisi netral mereka.
Langkah Oman ini diambil di tengah tekanan dari pihak AS terkait usulan manajemen pengelolaan jalur air oleh Iran. Pemerintah Washington sendiri tetap menaruh kecurigaan tinggi terhadap struktur apa pun yang menyerupai sistem pengenaan tarif tol di perairan internasional itu.
Kendati demikian, dampak ketegangan geopolitik tersebut terhadap pasar finansial global cenderung terlokalisasi dan tidak sampai menimbulkan kepanikan massal. Harga minyak mentah jenis Brent tetap tertahan di bawah level $100 per barel meskipun arus pelayaran dibatasi.
Harga minyak melunak karena adanya harapan de-eskalasi konflik, situasi yang kemudian menguntungkan emas akibat melemahnya dolar AS serta sisa permintaan portofolio lindung nilai. Perak pun mendapatkan dorongan ekstra dari momentum kebangkitan sektor logam mulia secara keseluruhan.
Pergerakan Pasar Ekuitas Wall Street
Sebelum bel pembukaan perdagangan dimulai, kontrak berjangka ekuitas di bursa saham Wall Street terpantau bergerak bervariasi. Kontrak berjangka S&P 500 melemah sebesar 0,4 persen dan indeks Nasdaq anjlok 1,2 persen akibat tekanan saham teknologi.
Penurunan tajam sektor teknologi ini dipicu oleh saham Broadcom yang ambles lebih dari 15 persen di pasar pre-market pasca rilis laporan keuangan. Sebaliknya, kontrak berjangka Dow Jones menguat 0,7 persen karena tertopang sentimen penurunan harga minyak.
Di pasar komoditas luar, minyak mentah jenis Nymex diperdagangkan lebih rendah pada kisaran $93,72 per barel, sedangkan Brent berada dekat $95,39 per barel. Indeks dolar AS melunak meskipun posisinya masih mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir, sementara yield obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak turun.